• Stories

    Lampion

    “Kalau nggak karena kamu aku nggak kesini kayaknya,” ujar Nona Umbrella memandang panggung di depan mereka berjarak beberapa meter. Mr. Rain menoleh sesaat mendengar sayup-sayup perkataan Wanita di sebelahnya yang diantara music jazz yang mengalun. “Masak? Bukannya kamu yang merengek pengen kesini karena mau lihat lampion terbang?” dengan nada mengejek. Nona Umbrella tersenyum smirk, benar memang dia yang ingin melihat lampion walaupun dia tidak terlalu menyukai konser seperti jazz festival ini. Namun, festival jazz ini mempertemukan kesenangan keduanya lampion dan konser jazz. Mereka saling bernyanyi, tanpa bergandengan atau berpegangan tangan. Ini di muka public, mana mungkin mereka melakukan itu dengan status seorang single dan suami orang? Nona Umbrella sendiri sejak…

  • Stories

    The Scientist

    Aku memutuskan menggunakan baju warna mint dengan palet krem untuk bertemu seseorang hari ini. Tidak ada alasan khusus, selain aku malas berpikir bertemu seseorang menyukai biologi sepertinya dia akan senang dengan warna hijau. “Aku suka warna abu-abu, karena militer Jerman sejak dulu selalu menggunakan warna abu-abu untuk seragam militer mereka,” ceritanya di tengah kami sedang menikmati santap siang. Aku tersedak. Ku tenggak buru buru segelas es kopi susu promo hari ini– ternyata tebakanku keliru. “Aku suka sejarah militer negara-negara eropa,” lanjut laki-laki berkacamata itu lagi. Hidungnya yang cukup tinggi terhimpit di antaranya. Darah campuran Aceh dan Betawi membuatnya hampir serupa dengan pria-pria daratan Balkan. Setelah empat tahun di Turki bahasa…

  • Stories

    Mr. Rain & Nona Umbrella

    “Aku hujan dan kamu payung, kita hanya bertemu saat hujan….” Ujar Mr. Rain mengaduk coklat panas yang baru saja datang. “Kalau lagi kemarau rindu banget dong kering kerontang,” tanggap Nona Umbrella sekenanya sambil mengamati hujan yang begitu deras di balik jendela besar tak jauh dari mereka. “Kebetulan sekarang sudah tidak ada musim kemarau, alam sudah rusak,” balas Mr. Rain dengan senyum sumringah di bibirnya. Nona Umbrella terkesiap, bola matanya yang sejak tadi mengamati titik titik hasil evaporasi itu kembali ke arah lawan bicaranya. “Sepertinya kamu perlu memberi tahu scientist agar tidak menjadikan climate changes sebagai hal yang perlu dirisaukan,” ungkap Nona Umbrella. Mr. Rain mengulas senyum, “sure.” “Lantas tidak perlu…

  • Stories

    Udon – Es Krim Mangga

    “Sempet banget ngegym astaga….” Ujar Nona Tea pada pria di sampingnya yang sedang merapikan rambut yang basah. “Harus biar makin kuat…” sanggah pria itu yang kini sudah merangkul bahu gadis disebelahnya. “Mau makan apa?” tanya Nona Tea lagi. “Udon…” jawab Mr. Kopi yang telah mengarahkan jalan mereka ke sebuah restoran di pojok gedung. “Keras banget badan kamu….” Nona Tea merasa rangkulan itu sesekali seperti cengkeram. “Biar enak kalau meluk,….” Mr. Kopi mengerling genit. “Kayak Kingkong kali ah….” Nona Tea melepaskan rangkulan di bahunya, tertawa dan berlari ke sebuah resto Jepang yang dimaksud. Mr. Kopi bersungut pura-pura marah dan berjalan cepat membuntuti. “Kamu mau apa?” tanya Mr. Kopi sambil melihat daftar…

  • Stories

    Ghost

    “Memang apa yang kalian tidak miliki?” tanya Mr. Kopi, perawakan yang besar dengan bobot 90kg dan tinggi 180cm mampu membuat tubuh Nona Tea tidak terlihat dari kejauhan. “Harapan, kami tidak membuat harapan sejak awal hubungan kami,” jawab Nona Tea sambil mengaduk teh – membubuhkan sebuah gula rendah kalori ke dalamnya. Mr. Kopi mengangguk pelan tanda mengerti. Konferensi para peramal beberapa bulan lalu tanpa sengaja mempertemukan mereka dan kini mereka bertemu lagi dalam symposium para penyihir. Mr. Kopi seorang pria yang menyenangkan, suara baritonnya mampu membuat Nona Tea menoleh ke arahnya sesaat setelah mereka berbincang. Nona Tea yang berbakat dan menyukai hal hal baru menjadi begitu tertarik saat Mr. Kopi mulai…

  • Stories

    As Aare As You

    Sudah lama aku tidak ke kota itu. Hampir empat tahun lamanya. Terakhir aku kesana masih dalam kekalutan akan banyak teka teki yang tidak tahu apa sebenarnya pertanyaanya. Saat memasuki Swiss rumah-rumah bernuansa eropa menyambutku-berbeda dengan sambutan Jakarta dengan suburban kota Bekasi atau Cikampek. Sejak koper yang kubawa menapaki stasiun rasanya aku sudah gugup luar biasa bahkan keringat dingin terasa di dermis telapak tanganku. Fasad rumah datar, halaman luas yang cantik, batu bata merah menjadi ciri khas rumah rumah yang aku lihat. Ternyata belum banyak bunga-bunga musim panas yang meriah saat aku sampai di Kawasan Aare. Di sebuah papan pengumuman digital tercetak angka 21 derajat dan suhu air berkisar 5 derajat…

  • Library

    Harry Potter Return Hogwarts : Setiap Fase Memiliki Orang-Orangnya Sendiri

    Menonton Harry Potter lebih cenderung jauh dari kata bosan walaupun sudah diulang berulang kali. Salah satu yang muncul adalah para sutradara yang bertemu dengan pemeran Harry Potter serta bercerita tentang pembuatan film tersebut. Dulu memang jarang memperhatikan siapa yang jadi direktor dari setiap film, karena lebih fokus pada film itu sendiri. Ternyata setiap direktor dari fase cerita Harry Potter berbeda-beda dari kanak-kanak hingga dewasa. Sutradara sendiri selalu mengawali dengan kalimat fase ini akan seperti apa, seperti kanak-kanak yang bebas lincah, remaja yang romantis dan dewasa yang politis. Dari sini aku berefleksi pada satu hal, setiap fase memiliki orang-orangnya sendiri. Kadang orang di masa lalu sudah tidak lagi memiliki rasa yang…

  • Library

    Quote : It’s Okey To Not Be Okey #IOTNBO

    Pesan Moral : Jika yang membunuh ibumu adalah orang kaya, maka buatlah jatuh cinta anaknya #joke OMG kayaknya udah lama banget nggak pernah nonton drama dari 2018. Dan, 2020 pertama kalinya aku nonton drama. Nggak pernah aku segila ini sama drama. Suka drama karena pure aku tertarik tanpa tendensi suruhan siapapun. #IOTBNO efek sampingnya bikin anget di hati. Can’t describe. Setelah 1 minggu aku tetap jatuh hati. Astaga. Apa yang menarik? Point pertama bagiku pecinta cerita adalah. #IOTBNO dijahit rapi antara dongeng dunia yang udah terkenal seperti Beauty and The Beast, Itik Buruk Rupa, Rapunzel, Sepatu Merah juga dongeng yang dibuat oleh penulis Ko. Ya ampun pinter banget penulisnya menggabungkan…

  • Stories

    Mata sang Burung

    Ini kisah tentang seekor burung dan dua ekor bebek. Bebek pertama dikenal burung lebih awal. Keduanya sempat saling bertemu dan jatuh cinta saat kelas pengenalan ekosistem dan unggas-unggasan. Bebek pertama milik salah satu petani yang cukup kaya raya. Penampilannya selalu wangi, bulunya dipangkas rapi, warnanya putih berkilau. Burung sempat mendengar, “Bebek itu sangat priyayi sekali padahal,” ketika akhirnya burung kecil berkencan dengan bebek pertama. Burung tidak pernah tahu awalnya bahwa bebek adalah milik seorang petani kaya. Burung hanya jatuh cinta pada pandangan pertama, keinginanya untuk terbang selalu mudah teredam ketika bebek menghampirinya. Sayangnya mereka terlalu belia untuk saling jatuh cinta. Cuek bebek sering membuat burung merasa tidak dicintai.

  • Library

    Mantan Manten : Karena Ikhlas Membawa Jalan Keluar

    Kemarin nggak sengaja lihat di Iflix film ini. Jadi penasaran pengen nonton. Visenema sepertinya selalu memiliki misi ketika membuat film. Seperti Mantan Manten, Visinema mengusung sebuah kearifan lokal tentang paes yang dibuat dalam sebuah narasi drama yang apik. Selain itu, Mantan Manten memberikan sebuah gambar kecil dari adat pernikahan jawa yang memiliki makna mendalam. Film ini cukup memberikan banyak pesan moral selain pernikahan, seperti tentang makna pekerjaan paes yang bukan hanya sekedar pekerjaan. Namun, telah menjadi bagian hidup bagi Ibu Marjanti tukang rias abdi dalem Keraton Solo. Saya tertarik menuliskan beberapa narasi terakhir film ini sebagai pengingat, sebagai nasehat. Barangkali esok lusa ada yang membaca selain saya. Pesan cerita bagi…

  • cup of mine

    (mungkin) Struktur Kalimat Semesta

    Seperti kalimat, hidup terdiri dari susunan elemen kehidupan. Ini adalah sebuah nasehat guru bahwa, hidup sebenarnya hanya terdiri dari Allah Sang Pencipta dan I. I atau kita adalah subjek, sedangkan di luar kita selain Allah hanya objek-objek yang bisa jadi kadang-kadang dihadirkan untuk hanya menjadi cobaan bagi subjek. Pada maqom yang lebiih tinggi dikatakan semua adalah tiada, yang ada hanya ALLAH semata. Pada akhirnya hidup hanya tentang I dan Allah tidak ada yang lain. Bertahun saya sering merasa bahwa hidup saya akan banyak dipengaruhi oleh si A, takkan hidup tanpa S, bisa mati karena W dan seterusnya. Nyatanya sama sekali tidak. Tanpa nama-nama yang ada, hidup berjalan begitu saja dan…