1 Day Escape Jogja

Jogja rasanya selalu memberikan kesan mendalam seperti yang ada dalam lirik gubahan Kla Project tentang Yogyakarta. Memulainya dari stasiun maupun terminal, tinggal di penginapan sederhana maupun hotel berbintang, berencana ke pantai atau naik gunung tempat tersebarnya berbagai candi. Itulah Jogja dengan makanannya mulai dari gudeg yang legendaris, bakpia hangat, atau sekedar teh panas di angkringan.
Setelah kuliah satu semester lamanya dan ditambah banyaknya tumpukan pikiran beberapa waktu lalu, akhirnya liburan juga tanpa dengan tujuan apa-apa selain liburan. Biasanya kalau pergi kemana pasti dengan maksud lain, rapatlah, kerjalah, atau apapun.
Karena, rencananya memang untuk getting lost saya berangkat dari Semarang iseng banget naik kereta. Berangkat dari stasiun Poncol pukul 08.45 Semarang – Solo 10K, sampai di Soo pukul 10.48. Kemudian dilanjutkan naik Prameks pukul 12.10, Solo-Jogja 8K. Jadi, dengan harga 18K saya bisa sampai Jogja. Iya sih lebih lama jatuhnya 4jam, tapi rasanya seneng aja. Kayak ala-ala Eropa gitu naik turun metro. Hehehe.

Candi Ratu Boko dan AADC

A post shared by app (@arfdotcom) on

Masih ingat AADC? Bagaimana Cinta dan Rangga escape di Jogja? Salah satunya mereka datang ke Candi Ratu Boko. Candi ini ada di perbukitan yang dikelilingi dengan landscape panorama Jogja yang hijau. Candi ini bagus dinikmati pada senja katanya, tapi saya datang saat matahari sepenggalah naik dan tidak mengurangi kecantikannya, justru lagi cantik-cantiknya dengan langit biru dan awan putih. Candi ini ada beberapa kompleks sebetulnya, tapi kami memutuskan cuma ke kompleks candi pertama. Harga masuk ke Ratu Boko adalah 25K. Kalau naik motor atau mobil pribadi bisa parkir di atas supaya nggak perlu naik tangga yang lumayan banget naiknya.
Pelataran kompleks candi pertama cukup luas. Jenisnya pun berbeda dengan Candi Borobudur maupun Candi Prambanan. Dengan pintu dan jendela-jendelanya rasanya candi Ratu Boko sebetulnya terlihat megah. Rumput terpotong rapi dan langit yang membiru membuat candi ini sangat cantik.

https://www.instagram.com/p/BQrTndHl38R/?taken-by=arfikapertiwi

Tebing Breksi

https://www.instagram.com/p/BQrRc92l7Kf/?taken-by=arfikapertiwi

Jika tak kau temukan permata, maka pahatlah batu cadas menjadi mahakarya.

Tebing Breksi ini seperti Garuda Wisnu Kencana di Bali, dimana bukit kapur dipahat sedemikian rupa sehingga tergambar ornamen wayang. Saat ini Tebing Breksi belum sepenuhnya jadi, tapi antusiasme orang-orang untuk datang sudah membuat kawasan ini beriklan dengan sendirinya. Panas adalah pasti, jadi jangan lupa bawa payung ya kalau berkunjung.

A post shared by app (@arfdotcom) on

A post shared by app (@arfdotcom) on

Candi Idjo

Candi Idjo ada di daerah yang paling tinggi oleh karena itu Candi ini menjadi destinasi kami yang terakhir. Saat menggunakan motor kita akan tiba di parkiran yang menyuguhkan landscape Jogja ditambah dengan beberapa tempat panorama pandang. Kawasan ini dibuat anak muda banget yang galauan karena ada beberapa kata-kata yang sengaja dibikin yang bisa digunakan untuk foto (kalau mau). Candi Idjo ada di atas dengan entry masuk 5K/orang. Candi Idjo memang lebih sederhana dibanding Ratu Boko. Ada satu Candi besar dengan tiga candi yang lebih kecil. Di bagian lembahnya ada tumpukan-tumpukan batu candi yang tidak teratur.

https://www.instagram.com/p/BQpOkMAFOig/?taken-by=arfikapertiwi

A post shared by app (@arfdotcom) on

Nasi Teri Gejayan

Orang-orang memenuhi emperan salah satu bagian jalan Gejayan Jogja. Tidak akan ada buku menu yang diantarkan ke meja-meja, setiap pelanggan hanya cukup antri dipinggiran meja yang telah tertata rapi sebakul nasi, baskom berisi dari sayur tewel, tempe goreng, teri, telur dan lauk lauk lainnya. Inilah nasi teri gejayan yang pedasnya dan rasanya yang menggoda. Buka mulai dari jam 9 hingga habis (biasanya pukul 2 dini hari). Hmmm… rasanya memang yummy banget recommend untuk dicoba sebagai kuliner malam Jogja.

Jogja sebagai kota wisata selalu mencoba membuat inovasi dengan tempat-tempat yang baru untuk kemudian diperkenalkan oleh masyarakat. Setiap jengkal jalannya saja menumbuhkan rindu.

Nasi Teri Pinjam aja deh gambarnya dari sini

About

View all posts by

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *