• cup of mine

    Antara Aku, Ibu, dan Simone de Beauvoir

    Ibu adalah ia yang ada sejak 21tahun lalu. Kata agama, ia adalah madrasah pertamaku tahu tentang warna, tahu tentang beda dan tahu tentang siapa yang menciptakan aku dan dirinya. Simone de Beauvoir adalah yang aku kenal beberapa tahun yang lalu dari teks – teks yang aku baca. Sejak jatuh cinta pada Rose Marie Putnam Tong, sejak itulah aku akrab dengan de Beauvoir. Ibu dan de Beauvoir bertemu dalam pikiranku. Saling bercengkrama kadang saling berdebat, kadang saling menepuk – nepuk bahu saling tergugu, kadang mereka saling menertawakan.

  • Stories

    Hujan Pertama January, -38 Celcius

    Di meja itu ada dua orang duduk dengan jarak, seakan memberi spasi. Mungkin juga spasi pada hati masing – masing, juga spasi pada kenyataan, fantasi dan angan – angan. Satu diantaranya nampak salah memesan minuman dicuaca yang tiba – tiba hujan seperti sekarang coklat tiramisu dingin bukan pilihan yang tepat. Lima menit janggal tanpa perkataan, padahal sebelumnya semua masih renyah dan manis seperti churros Spanish yang tinggal menyisakan remah diatas piring saji. “Aku tidak akan menikah sebelum lulus doktor,” kata laki – laki itu tegas. “Aku tidak pernah meminta kamu menikahiku,” sela wanita di hadapannya yang enggan menyentuh lagi gelas dihadapannya. Ada jeda tiga menit sampai akhirnya wanita itu tersenyum.…

  • Communiactions

    #commundip Magang (lebih) Jakarta

    Magang atau kuliah kerja praktek merupakan salah satu hal wajib di Ilmu Komunikasi UNDIP, dengan syarat telah menyelesaikan 110 SKS. – Jadi kalau mau lulus harus magang terlebih dahulu. Biasanya di tunaikan di semester 7 atau 8. Bisa pilih KKN dulu atau magang dulu (ideal yang mana?? — saya jawab sama aja). Durasi dari magang sendiri oleh kampus mempersyaratkan minimal 2 bulan. Nah, untuk tempat magang ialah menjadi otonomi bagi setiap individu, kampus memberikan kebebasan absolut untuk memilih tempat magang. Boleh dimana saja, Semarang, Jogja, atau Jakarta dst. Banyak teman – teman yang memilih “ah Semarang aja deh”, tapi nggak sedikit juga yang bilang “harus Jakarta!”. Pertanyaannya kenapa harus Jakarta?

  • cup of mine

    Butterfly Effect ‘Love’ dalam Drama Korea ‘The Heirs’

    Kalimat pertama adalah, sejujurnya saya bukan orang yang terlalu suka dengan Korea, menekuni dan menunggu drama Korea – Cuma ceritanya sekarang lagi di tempat dan waktu yang memungkinkan buat nonton drama Korea dan kondisi juga mendukung. Kenapa saya pengen nulis ini? Seperti drama Korea pada umumnya, The Heirs adalah cerita impian semua wanita – cerita dongeng Cinderella selayaknya drama yang (kayaknya) mustahil jadi nyata – gadis biasa bertemu pangeran. Ya kayak gitu kurang lebih. Tapi, ada yang menarik dan unik dalam cerita ini karena penulis bisa menghubungkan semua karakter dengan apik. Ada cerita misal A suka sama B, B disukai juga sama C, kemudian ada D yang suka sama A,…

  • Communiactions

    #app LINE dan yang LAIN

    Di era digital yang tak kalah sengit adalah persaingan aplikasi tukar pesan, whatsapp kian punya banyak pesaing. LINE, Kakao Talk, WeChat adalah tiga saudara baru yang kerap hadir di smart phone orang Indonesia. Dalam Repulika (30/12) menyebutkan users dari whatsapp lebih dari 1 milyar, sedangkan weChat 3 milyar, LINE 100juta pengguna disusul KakaoTalk 75juta pengguna. Banyak cara yang diupayakan oleh masing – masing aplikasi untuk mendongkrak users. WhatsApp memilki 350 juta pengguna aktif, WeChat dengan 270 juta, dan Line 300 juta pengguna aktif, masih ada ruang untuk bertumbuh menurut Ovum (kompas Tekno, 2/12). 

  • cup of mine

    Resolutely 2013

    Bittersweet memories, every single hope, renewed dreams and everything else in between all entangled and intertwined in the span of 31 days. 2013 looks like revolution. Sepertinya tahun 2013 terasa bergitu panjang, entah apa saja yang sudah saya lakukan sepanjang Januari hingga Desember dan kembali ke Januari. Tahun ini menjadi salah satu tahun produktif selama 21 tahun hidup. Padat semua ada dimana – mana berserakan. Bahkan saya merasa 2013 masih belum selesai saya tata di rak yang harusnya saya bereskan. Masih banyak pekerjaan rumah.

  • Stories

    Terima Kasih Tak Jadi Kasih

    Desember selalu identik dengan hujan, seperti sekarang rintik – rintik gerimis mematuk permukaan payung yang sengaja aku bawa. Kereta yang membawamu terlihat sudah sampai lima belas menit lebih cepat daripada kedatanganku. Langkahku melambat untuk memastikan aku baik – baik saja. “Hey, maaf lama,” sapaku mengagetkanmu yang sedang menekuni buku. Seperti biasa kamu selalu mencintai buku – buku itu dan membawanya kemanapun kamu pergi. “Lama,” ujarmu mendongak ke arahku dan membenarkan letak kacamata dengan air muka ketus. Aku tersenyum menggoda. “Ya maaf, jam pulang kantor macet,” kilahku padahal aku memang sengaja terlambat agar ia yang menunggu atau mungkin ada sedikit cara mengulur waktu. Ia menarik kopernya dan kami berjalan meninggalkan stasiun.

  • Communiactions

    Aplikasi Kebahagiaan Utilitarian

    ID LINE kamu apa? ID WeChat ada nggak? Kamu bisa WA aku kan? PIN BB berapa? Gimana kalau Kakao Talk? JEPANG punya LINE, KOREA punya KAKAO, CINA punya WECHAT, CANADA punya BBM, AMERIKA punya WHATSAPP, INDONESIA punya WAKTU untuk mengggunakan itu semua. (bangga?? ngakak deh)

  • Communiactions

    Di Balik Layanan Pesan Gratis

    Aplikasi layanan pesan instan semakin beragam. Ada yang gratis dan ada pula yang berbayar. Kendati memberikan cuma – Cuma, para penyedia aplikasi layanan pesan ini sukses meraup laba. Ovum dengan riset – risetnya mengemukakan bahwa pendapatan layanan SMS akan terus menurun ketika makin banyak orang yang memakai layanan aplikasi pesan.

  • cup of mine

    #Djakarta 2 (ingat) Dalil Mas TL

    Jauh sebelum akhirnya memutuskan untuk magang di Jakarta, selalu ada perbincangan yang kadang nggak sampai tahu bahwa itu bukan chit chat semata. Dulu sewaktu masih harus mengikuti berbagai mata kuliah Mas TL (dosen saya) sering menyelipkan joke seputar kehidupan mahasiswa, nggak jarang juga soal prinsipil hidup. Dulu Mas TL bilang kalau di Jakarta dan Semarang itu emang beda, kalau di Semarang ‘alon – alon waton kelakon’ pasti bakal terjadi, Jakarta? Beliau bilang di Jakarta itu budayanya membuat kita untuk bersaing. “Di Semarang kamu sambil ngantuk – ngantuk masih bisa dapat angkot, dipanggil – panggil lagi. Lha kalau Jakarta?” ujar Mas TL kala itu.