Stories

(Bukan) Alasan

Setiap hari aku berjumpa dengan dia di halaman rumah. Aktivitasnya hanyalah menyapa beberapa tetangga kadang – kadang bercakap walaupun hanya sebentar. Biasanya dia juga sering berbicara tanpa lawan bicara, dia bicara sembari mematuk – matukan jarinya. Tapi, sebetulnya aku sering mendengarkan tanpa sengaja.

Rumah di kawasan ini setipe, yang membedakan hanya cat di luar rumah selebihnya akan sama. Kata banyak pakar saat ini rumah seperti ini adaalah menjadi tren di dunia. Aku sendiri tidak pernah menyapa aku tidak begitu suka pada sikapnya. Entah mengapa.

Kamu sering menceritakan tentangnya, katamu dia baik. Dari ceritamu sepertinya dulu kamu pernah menjadi tetangga dekatnya sebelum akhirnya kamu pindah. Sesekali kamu datang bahkan bertandang ke rumahku diselingi berbicara tentangnya.

Kemarin dia memerlukan sesuatu, mungkin beberapa kebutuhannya habis. Sempat terkejut melihatnya bertanya pada tetangga kanan dan kiri. Kamu tiba – tiba datang kemudian berbicara dengannya sembari membawa beberapa kebutuhan yang ia cari. Aku sempat terkejut. Tadi malam dia baru saja mengadakan pesta. Tapi kamu tidak datang.

Semalam aku datang ke pestanya. Sedikit menengok rumahnya, terlihat terlalu menyinggung soal digital. Dari gayanya dia juga ingin dianggap modern.

Hey, aku lihat kalian berteman akrab? Tanyaku kemudian. Dia terdiam. Aku pulang tanpa jawaban, hanya sedikit perkataan perkenalan.

Hari ini kamu datang, aku bertanya kenapa? Kemudian kamu membalasku dengan ‘kenapa?’

Dia mantan kekasihku. Jawabmu sambil menyedu milk tea hangat di mini bar rumahku.

Ketika aku menegur betapa akrabnya kalian, dan menanyakan mengapa kalian berpisah dan tidak kembali saja kamu hanya berkata,

Hari ini aku sempat berjalan – jalan ke Indiana Museum. Museum ini kebanyakan berisi cerita tentang proses pembuatan jagung. Orang Indiana memang terkenal dengan jagungnya. Seperti biasa museum US selalu luar biasa. Bahkan sebuah jagung bisa dibuatkan museum dilengkapi dengan theater 3D. Sempat aku berfikir, mengapa harus ada museum? Mengapa harus menyimpan kenangan?

Kenangan itu berarti telah selesai, tidak dapat diulang. Kata salah seorang teman karya terbaik tidak pernah lahir untuk kedua kalinya.

25/1

Arfika

 

 

 

Gambar dipinjam dari sini 

One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *