Stories

  • Stories

    Kapan Nikah?

    “Jadi masih jomblo aja?” tanya Bonbon dengan muka penuh selidik. Aku mengangguk yakin menatapnya. “Pasti sudah ada gebetan….” sanggah Ema yang sedang memangku bayi kecilnya. Hari ini kami berkumpul di rumahnya sekaligus menjenguk dia yang baru saja melahirkan. Aku terdiam kemudian menggulirkan tanganku untuk menjelajahi dunia maya. Jariku berhenti pada…

  • Stories

    Chord Chemistry

    C…Am…F…G…Am….adalah chord petikan gitar yang aku dengar dari hall utama mencuri perhatianku dan membuatku bersenandung. Otakku berpikir keras mencari judul dari lagu tersebut. Alih alih aku menemukan jawaban itu di kepalaku, karena indra penglihatanku langsung menyedot perhatian. Sebuah gitar berwarna coklat tua asal sumber suara itu di pangkuan seorang laki-laki.…

  • Stories

    The Scientist

    Aku memutuskan menggunakan baju warna mint dengan palet krem untuk bertemu seseorang hari ini. Tidak ada alasan khusus, selain aku malas berpikir bertemu seseorang menyukai biologi sepertinya dia akan senang dengan warna hijau. “Aku suka warna abu-abu, karena militer Jerman sejak dulu selalu menggunakan warna abu-abu untuk seragam militer mereka,”…

  • Stories

    Udon – Es Krim Mangga

    “Sempet banget ngegym astaga….” Ujar Nona Tea pada pria di sampingnya yang sedang merapikan rambut yang basah. “Harus biar makin kuat…” sanggah pria itu yang kini sudah merangkul bahu gadis disebelahnya. “Mau makan apa?” tanya Nona Tea lagi. “Udon…” jawab Mr. Kopi yang telah mengarahkan jalan mereka ke sebuah restoran…

  • Stories

    Ghost

    “Memang apa yang kalian tidak miliki?” tanya Mr. Kopi, perawakan yang besar dengan bobot 90kg dan tinggi 180cm mampu membuat tubuh Nona Tea tidak terlihat dari kejauhan. “Harapan, kami tidak membuat harapan sejak awal hubungan kami,” jawab Nona Tea sambil mengaduk teh – membubuhkan sebuah gula rendah kalori ke dalamnya.…

  • Stories

    As Aare As You

    Sudah lama aku tidak ke kota itu. Hampir empat tahun lamanya. Terakhir aku kesana masih dalam kekalutan akan banyak teka teki yang tidak tahu apa sebenarnya pertanyaanya. Saat memasuki Swiss rumah-rumah bernuansa eropa menyambutku-berbeda dengan sambutan Jakarta dengan suburban kota Bekasi atau Cikampek. Sejak koper yang kubawa menapaki stasiun rasanya…

  • Stories

    Mata sang Burung

    Ini kisah tentang seekor burung dan dua ekor bebek. Bebek pertama dikenal burung lebih awal. Keduanya sempat saling bertemu dan jatuh cinta saat kelas pengenalan ekosistem dan unggas-unggasan. Bebek pertama milik salah satu petani yang cukup kaya raya. Penampilannya selalu wangi, bulunya dipangkas rapi, warnanya putih berkilau. Burung sempat mendengar,…

  • Stories

    Suatu Pagi di Indonesia

    Dia tergopoh menuruni sky walk, ini hari Senin dan weekly meeting pasti akan segera dimulai. Sebungkus roti isi masih tergeletak dalam tas hanya sempat menyambar tanpa sedikitpun menikmati. Pintu otomatis pun terbuka dan diserbu oleh banyak orang yang sudah mengantri. “Yok.. yok… stop!” ungkap seorang petugas yang memberikan peringatan bahwa…

  • Stories

    ‘Bembang’ Neira

    Dante menghela nafas pelan memandang awan biru dan lautan yang sama birunya. Pohon johar rimbun memagari rumah tepat di sebelah sekolah Belanda dan berjarak seratus meter dari kantor gezaghebber, kepala pemerintah setempat. Telegram dari Ambon, Kapten Wiarda membuatnya bisa berdiri di pulau penghasil Pala dan Cengkeh itu. Banda Neira. Tiga…

  • Stories

    #FF Ada Setan Di Bulan Puasa [2]

    “Innalilahi wainnaillahi rojiun..telah meninggal dunia Ibu Sumi…..” suara speaker masjid mengabarkan lelayu dari keluarga Mbah Marijan salah satu tetua kampung beberapa hari lalu. Seluruh kampung cukup terkejut dengan kabar tersebut, bawasannya Yu Sumi masih sangat relatif muda. Kematiannya semakin tragis karena anak dalam kandungannya juga ikut meninggal. Bokir merinding, “Katanya…

  • Stories

    IQRA’

    Gravitasimu terlalu besar untukku Aku terkapar tak tau hulu mana buta muara Kau menjelaskan dalam bahasa kasih berbalut sayang Bacalah… bacalah…. Kemudian aku menangis terpengkur tak berkesudahan dalam resah Aku meminta saat itu, ketenangan yang Kau mengerti Dalam maaf-maaf dan harap tak meragu Bacalah… bacalah…. Mungkin ini saatnya. Aku berjalan…