• Stories

    Ghost

    “Memang apa yang kalian tidak miliki?” tanya Mr. Kopi, perawakan yang besar dengan bobot 90kg dan tinggi 180cm mampu membuat tubuh Nona Tea tidak terlihat dari kejauhan. “Harapan, kami tidak membuat harapan sejak awal hubungan kami,” jawab Nona Tea sambil mengaduk teh – membubuhkan sebuah gula rendah kalori ke dalamnya. Mr. Kopi mengangguk pelan tanda mengerti. Konferensi para peramal beberapa bulan lalu tanpa sengaja mempertemukan mereka dan kini mereka bertemu lagi dalam symposium para penyihir. Mr. Kopi seorang pria yang menyenangkan, suara baritonnya mampu membuat Nona Tea menoleh ke arahnya sesaat setelah mereka berbincang. Nona Tea yang berbakat dan menyukai hal hal baru menjadi begitu tertarik saat Mr. Kopi mulai…

  • Stories

    As Aare As You

    Sudah lama aku tidak ke kota itu. Hampir empat tahun lamanya. Terakhir aku kesana masih dalam kekalutan akan banyak teka teki yang tidak tahu apa sebenarnya pertanyaanya. Saat memasuki Swiss rumah-rumah bernuansa eropa menyambutku-berbeda dengan sambutan Jakarta dengan suburban kota Bekasi atau Cikampek. Sejak koper yang kubawa menapaki stasiun rasanya aku sudah gugup luar biasa bahkan keringat dingin terasa di dermis telapak tanganku. Fasad rumah datar, halaman luas yang cantik, batu bata merah menjadi ciri khas rumah rumah yang aku lihat. Ternyata belum banyak bunga-bunga musim panas yang meriah saat aku sampai di Kawasan Aare. Di sebuah papan pengumuman digital tercetak angka 21 derajat dan suhu air berkisar 5 derajat…

  • Stories

    Mata sang Burung

    Ini kisah tentang seekor burung dan dua ekor bebek. Bebek pertama dikenal burung lebih awal. Keduanya sempat saling bertemu dan jatuh cinta saat kelas pengenalan ekosistem dan unggas-unggasan. Bebek pertama milik salah satu petani yang cukup kaya raya. Penampilannya selalu wangi, bulunya dipangkas rapi, warnanya putih berkilau. Burung sempat mendengar, “Bebek itu sangat priyayi sekali padahal,” ketika akhirnya burung kecil berkencan dengan bebek pertama. Burung tidak pernah tahu awalnya bahwa bebek adalah milik seorang petani kaya. Burung hanya jatuh cinta pada pandangan pertama, keinginanya untuk terbang selalu mudah teredam ketika bebek menghampirinya. Sayangnya mereka terlalu belia untuk saling jatuh cinta. Cuek bebek sering membuat burung merasa tidak dicintai.

  • Stories

    Suatu Pagi di Indonesia

    Dia tergopoh menuruni sky walk, ini hari Senin dan weekly meeting pasti akan segera dimulai. Sebungkus roti isi masih tergeletak dalam tas hanya sempat menyambar tanpa sedikitpun menikmati. Pintu otomatis pun terbuka dan diserbu oleh banyak orang yang sudah mengantri. “Yok.. yok… stop!” ungkap seorang petugas yang memberikan peringatan bahwa sudah cukup penuh dan tidak perlu lagi dipaksakan. Dia pun menghela nafas padahal, selangkah lagi ia bisa menaiki busway itu. “Berhenti memaksakan, mulailah berkorban,” ujar seorang malaikat membisikan di sebelahnya. Dia pun tersenyum dan mengambil smart phone di saku dan mencoba menggunakan transportasi ojek online. Hatinya pun was-was karena waktunya semakin sedikit sedangkan pengemudi tak juga ia dapatkan. Jam sibuk.…

  • Stories

    ‘Bembang’ Neira

    Dante menghela nafas pelan memandang awan biru dan lautan yang sama birunya. Pohon johar rimbun memagari rumah tepat di sebelah sekolah Belanda dan berjarak seratus meter dari kantor gezaghebber, kepala pemerintah setempat. Telegram dari Ambon, Kapten Wiarda membuatnya bisa berdiri di pulau penghasil Pala dan Cengkeh itu. Banda Neira. Tiga bulan yang lalu tokoh buangan politik atau sebagai orang “bembang” di tanah Banda adalah Hatta dan Sjahrir. Baru seminggu Dante tiba di tanah Banda, beberapa kali ia telah bertemu dengan senior politiknya sekedar bertandang serta sesekali membantu koperasi yang diprakarasai Hatta, Sjahrir dan Iwa. Hamparan kebun pala sejauh jangkauan pandang, Pulau Gunung Api di seberang Pulau Banda dengan suara deburan…

  • Stories

    #FF Ada Setan Di Bulan Puasa [2]

    “Innalilahi wainnaillahi rojiun..telah meninggal dunia Ibu Sumi…..” suara speaker masjid mengabarkan lelayu dari keluarga Mbah Marijan salah satu tetua kampung beberapa hari lalu. Seluruh kampung cukup terkejut dengan kabar tersebut, bawasannya Yu Sumi masih sangat relatif muda. Kematiannya semakin tragis karena anak dalam kandungannya juga ikut meninggal. Bokir merinding, “Katanya kayak gitu bisa jadi kuntilanak.” Bokir merapatkan sarungnya. “Assalamualaikum!” ujar seseorang tak jauh dari mereka. Pak RT tersenyum, “Besok kalian tolong ikut jaga di rumah Mbah Marijan ya selama ramadhan. Kasian si Mbah jadi sendirian menantunya sudah berangkat merantau.” Didik dan Bokir cuma bisa cengar-cengir. Desa Jatiwangi merupakan desa yang diapit oleh gunung dan masih memiliki hutan-hutan kecil. Jika kita…

  • Stories

    IQRA’

    Gravitasimu terlalu besar untukku Aku terkapar tak tau hulu mana buta muara Kau menjelaskan dalam bahasa kasih berbalut sayang Bacalah… bacalah…. Kemudian aku menangis terpengkur tak berkesudahan dalam resah Aku meminta saat itu, ketenangan yang Kau mengerti Dalam maaf-maaf dan harap tak meragu Bacalah… bacalah…. Mungkin ini saatnya. Aku berjalan ke arahMu Katanya Kau akan berlari ketika aku berjalan Mana? Mana? Apa mungkin aku tak sanggup melihatMu? Tersebab terlalu banyak koleksi kartu kuningku? Baiklah. Bacalah… bacalah…. Aku akan belajar mengetahui aturan main yang benar. Aku takkan protes. Baiklah. Kupikir kadang Kau bercanda berlebihan. Tapi Kau mutlak pemilik arena ini. Tunggal tanpa tanding. Aku pion yang sering merasa bisa bergerak sendiri.…

  • Stories

    #FF Tak Ada Takjil Hari Ini

    Konon pengembaraan ini sangat panjang dan entah kapan akan berakhir-tidak ada yang tahu kecuali Dia. Lebih memayahkan tersebab aku miskin bekal dalam pengembaraan, andai bisa aku putar waktu ingin rasanya lebih banyak menabung bekal daripada dansa-dansi jumawa kesana-kesini. Sayangnya tidak boleh mengatakan ‘andai’ dan memang tidak bisa lagi waktu berputar ke belakang. Semua telah lewat, aku melewatkan setiap kesempatan yang dulu ada dalam setiap degupan dan tapakan. Aku bangkrut setelah pernah merasa kaya. “Kenapa kau murung?” tanya tetangga sebelahku. Aku terkejut olehnya. Namun, aku hanya bisa terdiam melihatnya yang begitu berbeda denganku. Nampaknya dia begitu bahagia, sejak dulu dia selalu tersenyum dan hampir setiap hari dihujani hadiah. “Kita akan pulang…

  • Stories

    #FF Harry Potter – Bloquer-Serrure*

    Ilalang tinggi terlihat sejauh jangkauan pandang dari rumah kayu itu. Tempat cuci piring yang biasanya bergerak secara magic membersihkan wajan terlihat diam. Sunyi. Hedwig terdiam di daun jendela yang terbuka seperti mengamati pemiliknya dan berkata disini hanya ada kita. Harry berkeliling mencari tanda yang barangkali ditinggalkan oleh keluarga Weasley. Ada kekhawatiran apakah keluarga ini diburu oleh para pelahap maut. Setahun terakhir Harry begitu sibuk mengunjungi para laskar Dumbledore ke waktu masa lalu, Harry berpikir akan mengujungi keluarga Weasley dipenghujung musim. Tapi, lihatlah sekarang yang ia dapati justru rumah ini kosong tanpa penghuni. “Ucapkan assalamualaikum dan menghadaplah ke arah barat.” Sebuah pesan Harry temukan disela-sela tembok perapian. “Assalamualaikum? Mantra baru?” ujar…

  • Stories

    Tranquillité, Jenewa

    “Kak Tara, genève c’est tellement une belle ville*,” Rana memandang ke arah bukit – bukit yang menghijau di antaranya ada gunung Alpen dan Mont Blanc yang menjulang. Mereka tengah menyusuri sungai Le Rhone atau biasa disebut Geneva Lake. Suara air mancur memenuhi pendengaran mereka, icon wisata Geneva The Jet d’Eau fountain salah satu air mancur tertinggi di dunia terlihat dari tempat mereka berdiri. Karena, pun air mancur setinggi 140meter itu dapat dilihat dari seluruh kota Jenewa. “Aku senang kamu menyempatkan diri ke Jenewa sebelum pulang ke Indonesia Rana,” Tara merapikan switter warna maroon yang ia kenakan. “29 Euro dari Singen ke Jenewa tak masalah sebelum aku jauh dari benua ini…

  • Stories

    Heart By Design

    “Satu caramel machiato atas nama Kakak Arterra,” dengan nada tanya memastikan pelayan coffee shop itu memberikan cup di tangannya pada perempuan yang sudah berkata iya dan mengucapkan terimakasih. Sambil memasukkan handphone ke dalam tasnya Terra berjalan memasuki ruang setelah bartender coffee shop tersebut. Kursi dengan desain yang berbeda – beda secara acak ditata di ruangan itu. Terra bersyukur setidaknya kini ada banyak coffee shop dengan desain interior yang berupa – rupa. Kini pergi ke coffee shop ada kalanya adalah semacam piknik baginya. Tatapannya yang beredar beberapa detik mencari tempat berhenti di salah satu meja dipinggir jendela menghadap ke jalan. Namun, sedetik kemudian tatapannya beralih ke meja disebelahnya. “Dokter jantung boleh…