• Uncategorized

    Menyerah

    Ada yang salah jika kita menyerah? ada tentu. Diri kita sendiri. saya akui akhirnya pada berbagai hal yang semestinya barangkali bisa diperjuangkan. Tapi, saya katakan bukannya saya menyerah tanpa syarat. Saya menyerah dengan syarat. Kemudian ketika semua berhak persue their dreams, kita pun seharusnya persue dreams. Terus kenapa nggak dilanjutin? Karena saya perlu berkompromi, pada diri saya sendiri pada berbagai keadaan. Being exceptional is a choice! but that choice need a comparable effort. See you, sampai jumpa di halaman yang lain gambar dipinjam dari sini

  • Uncategorized

    Orang Lain

    Kita tidak hidup sendirian. Minimal konon katanya kita berpasang – pasangan. Bahkan dituliskan kita bersuku –suku, berbangsa – bangsa untuk saling mengenal. Kita punya sesuatu di luar diri kita yang disebut orang lain. Kadang kita mengenalnya, sekedar tahu nama hingga yang harus menjadi bagian hari – hari kita. Atau, sebenarnya hanya lebih banyak yang tidak mengenal dan dikenali untuk sekedar tahu. Tahu yang tidak berlebihan. Pengetahuan yang didapat sebagai bacaan. Orang yang saya temui ingin sekali saya berikan gelar bacaan dan guru bagi saya. Satu dua cerita seseorang mampir dalam keseharian. Bisa diceritakan langsung oleh si Empunya cerita, atau dari orang ketiga yang bertutur pada saya. Semua sama, semua memiliki…

  • Uncategorized

    Hidup adalah perjalanan Tentang Membaca

    Sempat terpikir mungkin kenapa Sang Pecipta pertama kali menurunkan ayat ‘iqra’ yang artinya bacalah adalah karena itulah yang pertama dan utama harus kita lakukan sebagai mahluk. Membaca bukan hanya tentang buku, kitab. Dalam agama saya pun dijelaskan bahwa alam adalah bentangan kitab. Ya, banyak kejadian yang bisa kita baca. Namun, membacanya tidak bisa sembarangan. Bukan menghakimi, bukan meramal. Tapi, semata – mata melihat dari sisi berbeda yang paling baik atas segala sesuatu yang terjadi. Maka hidup adalah perjalanan. Perjalanan membaca hal – hal yang nampak kasat mata maupun tidak. Pemahaman pada hal – hal yang tidak kita duga – duga. Kegagalan, keberhasilan, duka maupun bahagia adalah bacaan. Setiap dari kita…

  • Uncategorized

    Cerita Dalam Kotak #Lakuna

    Etalase itu sengaja dibuat dari kaca bening transparan yang barangkali dipilih dari kualitas terbaik untuk membuat siapapun yang melintasinya bebas menengok beberapa detik. Tapi, barangkali juga kaca itu dibuat untuk melindungi ketika toko itu tutup. Sebening apapun penghalangnya tetap mampu membuat jarak untuk melindungi ataupun mengagumi. Live. Rak – rak setinggi hampir satu setengah meter berjajar sempurna membentuk formasi lorong – lorong. Tertera angka mulai 7, 7 ½ , 8 hingga 9 atau 10 dibagian atas rak sebagai penanda ukuran sepatu. Pengelompokan itu mungkin sebagai pertanda bahwa ketika kita berbeda pun tetap ada ukuran yang sama. Dari sudutnya berdiri Kemi menuju lorong 7 ½ , jelas untuk ukuran kaki itu…

  • Uncategorized

    Tempo Perberhentian #Lakuna4

    Bandara, Stasiun atau terminal sekalipun sering menjadi tempat berpisahnya mata dengan mata, hati dengan hati. Tempat – tempat perberhentian untuk menuju ke tempat lainnya, barangkali memang kodrat manusia yang selalu membutuhkan alat untuk berpindah. Bandara itu masih ramai. Jika ini adalah teater maka bisa jadi penuh sesak oleh berbagai adegan. Disebelah sana ada sepasang kekasih yang saling melepas, dibagian lain ada seorang ibu mengusap kepala putranya dan entah dibagian yang lain. Kemi baru saja memilih tempatnya untuk menunggu. Bukan di kafe atau di toko buku, dia sudah siap dengan amunisinya selama menunggu. Kemi memilih bagian pojok dari ruang tunggu. Ada kursi kosong dekat jendela yang dengan bebas membuatnya melihat landasan…

  • Uncategorized

    Sekerat Kebaikan #Lakuna3

    Dande menyerahkan sebotol air putih dari saku ranselnya saat Kemi datang. Ada bangku taman dari kayu yang mereka gunakan untuk duduk – duduk di tengah bunga flamboyan taman kota yang bermekaran. Sungai jernih dengan liukan diantara jembatan tidak jauh dari pandangan mereka. Inilah taman kota. “Terima kasih, Dande,” ujar Kemi setelah menegak setengah dari air di dalam botol. Dande membalasnya dengan senyuman dan alis yang terangkat sebelah. “Nampaknya kau sedang suka berlari – lari,” sahut Dande sekenanya. Kini jari – jari yang sejak tadi menekan – nekan piranti layar sentuh berhenti beraktivitas. “Ya, nampaknya begitu. Mungkin sekarang sedang saatnya untuk berlari,” gurau Kemi kemudian. Dia menyerahkan kembali botol air minum…

  • Uncategorized

    Pecahan Sederhana #Lakuna2

    “Are you oke?” tanya Dande pada gadis di sebelahnya. “Aku sedang lelah berlari. Lebih tepatnya pelarian ini membuat aku berpikir ulang. Terlebih ketika aku bertemu dengan serpihan – serpihan kecil yang hendak aku jadikan buku gambar ku dimasa depan,” cerita gadis itu tiba – tiba. “Lalu?” Dande tahu yang gadis disebelahnya butuhkan hanyalah telinga untuk mendengar dan perkataan – perkataan seperti kata sambung pada bagian berikutnya. Bukan suatu lensa untuk membiaskan, tapi hanya cermin untuk memantulkan setiap bayang yang ingin gadis itu lihat. “Ketika aku mengira aku harus memiliki 1 milyar untuk jadi bahagia, aku salah ternyata aku hanya butuh satu. Ketika aku mengira aku harus naik ke bulan untuk…

  • Uncategorized

    Keluar Barisan #LAKUNA1

    Lapangan hijau itu sangat luas, sungguh. Tak bisa diukur pasti berapakah lebar dan panjangnya, berhektar – hektar barangkali. Ditumbuhi oleh berbagai macam rumput, ada yang sintetis maupun yang alami. Ada yang dipangkas rapi, adapula yang meninggi. Semua tergantung pada pemilik barisan di setiap petaknya. Dipinggir – pinggirnya ada tempat duduk dari kayu yang dibuat bertingkat – tigkat. Disitulah mereka berkenalan, pertama kali berjumpa, bercakap – cakap. “Kenapa menepi?” tanya laki – laki itu. Ditangannya sibuk mencocokan lego dan memutar – mutarnya sesekali. Berserakan lainnya ialah kertas, pensil dan sebuah kubus dengan pola –pola tak terstruktur. Gadis itu mendongak ke arah suara, tepat di sebelahnya. “Kau berbicara denganku?” tanyanya ragu sembari…

  • Uncategorized

    Sebelum 25

    Sekarang sudah 2014 – at list masuk 22 tahun – makin tua bukan? Ada banyak hal yang harus diselesaikan diantara usia – usia ini. Diantara 20 – 30 tahun. Sebelum 25 tahun saya harus menyelesaikan beberapa misi pribadi saya. Yang Maha Penyayang semoga meridhoi untuk pergi sejenak dari negara ini. Saya ingin membuktikan luasnya dunia ini, dan beragamnya orang. Sebelum 25 tahun mimpi – mimpi itu harus tercapai benar, semua ini harus terpetakan atau saya akan kelimpungan. Move UP ! menuju 25tahun yang gemilang

  • Uncategorized

    LIFE CYCLE (buat yang sedang gak semangat)

    Ini bukan teori, juga bukan untuk dipraktekan. Ini hanya sekedar ingin menuliskan. Dalam manajemen ada yang namanya Product life cycle mulai dari grow sampai decline. Di komunikasi strategis, rumusan ini adalah premis pembantu untuk menentukan rujukan model strategi komunikasi yang tepat untuk tahapan suatu product. Tapi, saya tidak akan membahas soal teori apapun. Ya hanya sekedar untuk menulis. Seperti hal-nya product, energi-semangat menurut saya juga memiliki life cycle. Energi adalah poros utama untuk mendapatkan mimpi – mimpi (bensin kalau dalam kedaraan). Energi sangat penting untuk melanjutkan perjalanan menggapai mimpi – mimpi, tanpa itu mimpi hanya seperti siluet, tidak pasti.Lalu bagaimana jika energi itu hilang tiba – tiba?