Library

Quote : It’s Okey To Not Be Okey #IOTNBO

Pesan Moral : Jika yang membunuh ibumu adalah orang kaya, maka buatlah jatuh cinta anaknya #joke

OMG kayaknya udah lama banget nggak pernah nonton drama dari 2018. Dan, 2020 pertama kalinya aku nonton drama. Nggak pernah aku segila ini sama drama. Suka drama karena pure aku tertarik tanpa tendensi suruhan siapapun.
#IOTBNO efek sampingnya bikin anget di hati. Can’t describe. Setelah 1 minggu aku tetap jatuh hati. Astaga.

Apa yang menarik?

Point pertama bagiku pecinta cerita adalah. #IOTBNO dijahit rapi antara dongeng dunia yang udah terkenal seperti Beauty and The Beast, Itik Buruk Rupa, Rapunzel, Sepatu Merah juga dongeng yang dibuat oleh penulis Ko. Ya ampun pinter banget penulisnya menggabungkan elemen setiap cerita. Selalu akan penasaran dengan judul berikutnya. Jadi berasa nggak aka nada yang sia-sia dari setiap part dalam cerita. Ada yang nyambung di awal dan di akhir. Bahkan akhirnya drama tersebut jadi dongeng tersendiri. Aduh.. jatuh hati banget deh. Briliantt!!! Animasinya sangat cantik, ost-nya juga.

Ada cerita di dalam cerita untuk menjadi cerita.

Manusiawi

Karakter utama antara Ko Moon Yoeng, Kim Sang Tae, Kim Gang Tae, juga membuat alur cerita berjalan dengan sangat bagus. Sifat ketiganya yang saling bertolak belakang menjadi protagonist dan antagoonis sekaligus. Kayak sangat membuat dan manusiawi. Setiap menusia memiliki alterego. Seseorang memiliki sisi kuat dan lemah sekaligus. Drama ini tidak menampilkan sisi sempurnanya seorang manusia. Tidak terlihat hanya sisi baik dan manis tapi juga sisi sedih, luka. Mereka sendiri mengklaim bahwa drama ini adalah healing drama.

Perjalanan manusia mencapai kebaik-baik sajaan dari setiap luka yang terjadi di masa lalu.

Plot Menarik

Ini seperti sebuah cerita drama manusia biasa tapi ritme pergantian nasibnya lebih cepat. Hari ini Ko Moon Young dibuat jatuh cinta, besok dihancurin. Saat kemudian Gang Tae sudah selesai dengan dirinya sendiri justru terjadi gejolak dalam hidup penulis Ko. Kalau kalian pernah mengalami kejadian ini di dunia nyata pasti akan merasakan bahwa, memang kadang hidup selucu itu.

Penuh Quote Healing

Ya, benar bahwa drama ini ada human healing. Bagaimana semua orang berproses sembuh dari sakitnya. Ada banyak sekali perjalanan cerita dari tokoh lain yang menjadi jalan penyembuhan bagi tokoh utama. Seperti hidup, kadang kita disajikan oleh cerita orang lain disekitar kita untuk bisa mengambil pelajaran dan berdamai dengan diri sendiri. Jadi, drama ini bukan sekedar roman picisan kaleng-kaleng. Drama ini lebih daripada interaksi antara Soe Ye ji dan Kim Soo Hyun.

“Kenangan yang menyakitkan, kenangan akan penyesalan, kenangan saat melukai dan dilukai, kenangan saat dibuang dan kembali. Orang yang bisa tumbuh bersama kenangan itu akan menjadi lebih kuat dan bersemangat dan mudah menyesuaikan diri. Orang-orang seperti itu yang bisa mendapatkan kebahagiaan.”

“Aku tidak menghapusnya, aku hanya menimpa dengan warna baru. Benar. Jika tidak bisa dihapus, bisa ditimpa dengan sesuatu yang lebih baik.”

“Bukan tanganmu yang salah, hatimu yang bersalah karena tak bisa dikendalikan.”

“Jangan lupakan semua itu. Ingatlah dan hadapi. Jika tidak dihadapi, kau hanya selalu menjadi anak kecil dengan jiwa yang tidak bertumbuh.”

“Sekali terjebak dalam masa lalu. Kau takkan bisa keluar. Karena kau tak bisa melihat pintunya. Maka, jangan terjebak dalam masa lalu. Tapi, berjuanglah untuk menemukan pintunya.”

“Kau bukan Tuhan. Dokter tidak selalu bisa menolong orang. Orang dewasa tak selalu benar.”

“Takdir tidak rumit. Takdir akan muncul saat dibutuhkan.”

“Karena terlalu lama terikat, aku lupa cara melepaskannya.”

“Akan datang hari saat kau bisa berlari kembali. Kau boleh duduk saja seperti ini. Istirahat saat merasa lelah. Menangis saar merasa sedih.”

“Hatimu yang sakit. Hati bisa berbohong. Saat terluka, hati mampu terdiam. Tubuh tak bisa berbohong. Saat terluka, tubuh akan menangis. Kau akan terdengar menangis dan merengek seperti anjing.”

“Trauma should be face head-one instead og trying to soothe it from behind.”

“Kita bahagia saat bisa menerima kenyataan. Hanya perlu menerima. Inilah diriku, dan itulah dirimu.”

“Hukum kuantitas penderitaan. Tiap orang punya jumlah penderitaan dan kebahagiaan yang sudah ditentukan. Jika semua penderitaan sudah dikeluarkan sekarang, maka bisa jadi hanya kebahagiaan yang kelak tersisa.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *