Ketika Bercerita Tentang Mereka

Ketika bisa menceritakan tentang mereka.
________________________________________________________________________________________________________________

Bismillahirrohmanirrohim
Assalamu’alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh
Selamat Pagi dan salam sejahtera bagi kita semua

 Yang terhormat Dekan Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik, Universitas Diponegoro, Dr. Sunarto M.Si
 Yang kami hormati para Pembantu Dekan Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik, Universitas Diponegoro
 Yang kami hormati Ketua Jurusan, Sekretaris Jurusan, Ketua Program Studi, Sekretaris Program Studi, Segenap Staff Pengajar, beserta staff karyawan di lingkungan Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik, Universitas Diponegoro
 Serta, tak lupa kepada rekan–rekan wisudawan dan wisudawati Periode II, April 2015 Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik, Universitas Diponegoro, yang berbahagia.

Segala puji syukur bagi Allah, Tuhan semesta alam. Shalawat serta salam semoga tercurah ke haribaan Rasulullah s.a.w., keluarganya serta sahabatnya. Wa Ba’du.
Sungguh, atas kehendak Allah, semua ini terwujud, sehingga kita ada disini untuk Upacara Wisuda periode II April 2015 Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik, Universitas Diponegoro.

Hadirin yang saya hormati,

Pada kesempatan berbahagia dan penuh syukur kali ini perkenankanlah saya mewakili rekan-rekan seperjuangan saya, para wisudawan dan wisudawati periode II April ini untuk menyampaikan kesan, pesan, dan ucapan terima kasih kami bagi almamater tercinta, Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik, Universitas Diponegoro.

Terima kasih kami ucapkan kepada Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik yang bersedia menjadi tempat berproses bagi kami selama ini. Plato mengatakan bahwa, tubuh manusia terdiri dari tiga bagian : kepala, dada, dan perut. Untuk setiap bagian ini ada bagian jiwa yang terkait. Akal terletak di kepala, kehendak terletak di dada, dan nafsu terletak di perut. Masing – masing dari bagian jiwa ini juga memiliki cita – cita, atau ‘kebajikan’. Akal mencita – citakan kebijaksanaan, kehendak mencita – citakan keberanian, dan Nafsu harus dikengkang sehingga kesopanan dapat ditegakkan. Hanya jika ketiga bagian itu berfungsi bersama sebagai suatu kesatuan sajalah, kita dapat menjadi seorang individu yang selaras atau ‘berbudi luhur’.

Terimakasih karena disini kami belajar memberikan proses pada tiga bagian tersebut, kepala, dada dan perut kami. Proses dimana kami ditempa dari hari ke hari mulai dari pertama kami masih cupu dan lugu untuk menjadi pemberani dan kian mempesona. Dari semua bagian dari Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik inilah kami belajar tentang kebijaksanaan, keberanian dan kesopanan. Sehingga kelak tidak ada timpang antara dimensi isi dan dimensi hubungan kami dalam bekerja, berkeluarga, berteman maupun bermasyarakat.

Oleh karena itu, perkenankanlah pada kesempatan ini saya mewakili rekan-rekan sekalian untuk menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya dan setulus-tulusnya kepada :

1. Dekan, Pembantu Dekan, dan segenap civitas akademika Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik Universitas Diponegoro yang telah berperan dalam memberikan pelayanan dan bantuan kepada segenap mahasiswa selama di kampus ini.
2. Bapak / Ibu/ Mas/ Mbak Dosen, yang membuat kami kasmaran pada ilmu pengetahuan dan mengajarkan arti berjuang untuk mencapai titik ini. Beliau – beliau orang tua kami di kampus, maafkan atas sikap dan tutur kata kami yang kurang berkenan di hati. A Good Teacher who inspire hope, ignite the imagination and instill a love learning. Semoga Allah S.W.T senantiasa memberikan kebahagiaan dan kebaikanNya.
3. Dan yang utama, teruntuk mereka yang paling menantikan kami disini, yang senantiasa mengharapkan kelulusan kami, yang selalu menanyakan perkembangan kuliah dan perkembangan skripsi kami. Mereka yang selalu memberikan yang terbaik untuk anak-anaknya. Mereka yang selalu ada di hati kami meskipun terkadang kami tidak pandai mengungkapkannya, tetapi jasa mereka amatlah besar hingga kami merasa harus terus memberikan pencapaian terbaik kami, kedua orang tua.
4. Terima kasih pula kepada rekan-rekan semua telah menjadi bagian dalam perjalanan selama menjadi mahasiswa FISIP UNDIP. Serta setiap fragmen hidup yang pernah kita lewati Good & Bad, Ebony & Ivory yang membuat semua menjadi simetris dan sesuai poros-Nya.

Rekan-rekan wisudawan wisudawati yang saya banggakan,

Selamat atas semua perjuangan yang telah dilalui. Hari ini nama kita telah tak lagi sekedar nama, insyaALLAH ada predikat yang akan kita bawa kemana – mana. Dengan predikat sarjana yang melekat pada diri kita, tentu diharapkan melekat pula prinsip menjunjung tinggi kebenaran. Lebih dari itu, kita juga memikul tanggung jawab sosial. Secara sederhana, suatu tanggung jawab sosial merupakan sebuah komitmen untuk merespons permasalahan sosial, atas dasar kepedulian sosial. Tentu saja, setiap mahluk sosial memiliki tanggung jawab sosial. Tetapi seorang sarjana ilmu sosial dan ilmu politik kita memiliki tanggung jawab sosial yang lebih besar.

Sudah pasti menjadi harapan semua bahwa kita selepasnya dari sini akan menjadi sosok yang berhasil. Semoga kita semua disini menjadi mereka yang kelak akan mencapai keberhasilan haqiqi. Dan, keberhasilan yang bermakna adalah keberhasilan yang membawa kebaikan bagi orang lain. Mereka yang membawa kebaikan bagi masyarakat, pastilah orang-orang yang berhasil. Karena sebaik – baiknya manusia ialah yang bermanfaat bagi yang lainnya. Pemahaman hidup yang sederhana tentang kerja keras, selalu pandai bersyukur dan saling membantu. Dalam kitab yang saya yakini Al-Qur’an Nur Qarim, kita pun diperintahkan untuk segera bekerja lagi setelah pekerjaan sebelumnya selesai. Dalam surat Asy-syarh : 94 ayat 7 yakni,

“Maka apabila kamu telah selesai (dari suatu urusan),
kerjakanlah dengan sungguh – sungguh (urusan) yang lain,”.

Mari kita melanjutkan perjalanan rekan – rekan semua.

Semoga Allah SWT yang Maha Memiliki Ilmu, Maha Pencipta dan Maha Pemelihara segenap umat manusia, mencurahkan Petunjuk-Nya kepada kita semua, sehingga kita dapat menjadikan ilmu kita sebagai sumber kemajuan bersama yang berkeadilan sosial. Amin

Demikanlah sambutan dari saya mewakili segenap rekan wisudawan/wisudawati. Apabila dalam pemilihan kata, pembuatan kalimat yang saya sampaikan terdapat hal-hal yang kurang berkenan di hati hadirin sekalian saya mohon maaf.

Sebelum mengakhiri kesempatan saya ini, saya ingin megutip sebuah quote sederhana dari Profesor B.J Habibie. Bahwa,

hidup ini terdiri dari cinta dan kecerdasan – tanpa cinta kecerdasan itu berbahaya, dan tanpa kecerdasan cinta itu tidak cukup. Maka yang belum menemukan cinta, semoga segera menemukan.

Terimakasih,
Wassalamu’alaikum Warohmatullohi wabarokatuh

Semarang, 20 April 2015
Atas Nama Wisudawan Wisudawati

Arfika Pertiwi Putri
NIM. 14030110120094

______________________________________________________________________________________________________________

Dibacakan di FISIP UNDIP, 11.02 A.M

*dibuat dengan membaca berbagai pidato lainnya dan berbagai buku pendamping 😛

In front of me

commgraduation

smart, fun, and dynamic - salam komunikasi

About

View all posts by

2 thoughts on “Ketika Bercerita Tentang Mereka

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *