Ketika Skripsi tentang Perusahaan (Nestle)

Hampir setahun ternyata cerita mendapatkan data dari Nestle. Skripsi yang ternyata memiliki banyak kisah ini membuat saya yakin pada beberapa hal dalam hidup.

Skripsi apa?

‘Aktivitas Komunikasi dalam Creating Shared Value (CSV) Nestle Indonesia dengan Konsumen’ adalah skripsi yang mengantarkan saya menjadi sarjana ilmu komunikasi. Karena saya anak komunikasi strategis maka saya ambil skripsi tentang marketing komunikasi agar linear dengan apa yang saya pelajari selama ini. Sebetulnya banyak sekali materi skripsi anak komunikasi. Seperti fenomena sosial yang seringkali diambil seperti : sosiologi, komunikasi gender yang dibuat secara kualitatif maupun kuantitatif dengan data yang relatif mudah diambil disekitar kita. Banyak yang tanya kenapa mesti skripsi yang susah kalau yang mudah aja ada banyak : saya jawab karena menurut saya skripsi adalah masterpiece yang bukan sekedar syarat lulus.

Tantangan

Ada banyak tantangan yang harus saya hadapi untuk bisa skripsi materi ini. Mulai dari awal saya menulis proposal, filter yang akhirnya saya jalani dua kali, penghimpunan data sampai penyusunannya.


Equaivalen Bisnis dan Markom

Penelitian CSV di ilmu marketing komunikasi adalah hal yang baru, bisa dibilang saya pioneer dan barangkali masih satu – satunya karena kebanyakan yang melakukan skripsi CSV adalah anak manajemen atau ekonomi. Filter yang saya jalani dua kali adalah untuk pelurusan CSV dari arah bisnis ke marketing komunikasi. Membuat dosen saya meyakini hal ini bukanlah mudah. Tapi, saya sangat bersyukur dipilihkan dosen pembimbing yang sangat open minded. Tidak bisa membayangkan kalau dosen saya close mind dan sukanya sama yang sudah – sudah skripsi saya tidak pernah akan terlahir.

Galaunya Himpunan Data

Penggunaan data skripsi saya adalah primer dan sekunder. Sangat bersyukur sekali Nestle adalah perusahaan besar yang rajin mengeluarkan annual reportnya. Saya sangat mengakui kemampuan mengintegrasikan data primer dan sekunder ditambah observasi dan kepo berat harus saya lakukan secara langsung mengaplikasikan grounded research.

Media Monitoring and Googling

Kalau di ilmu Public relations ada namanya media monitoring. Dimana kita harus memonitor isue – isue terkait dengan perusahaan kita agar diketahui adakah isue negatif atau positif. Ilmu ini saya pelajari lebih lanjut saat magang di Fortune PR ternyata sangat berguna. Karena saya tidak tahu kemana harus mencari tahu untuk menghubungi nestle akhirnya saya memasukkan keyword ‘PR Nestle Indonesia’. Search engine bergerak dan saya bertemu dengan nama ‘Brata Tri’ beliau ternyata adalah senior advisor untuk PR Nestle Indonesia. Kemudian saya memasukkan nama beliau dan keluarlah alamat email serta facebook beliau. Dengan cepat saya kemudian mengemail dan menulis pesan facebook. Dan, hari itu saya sangat bersyukur tepatnya Desember 2014 saya mendapatkan balasan email dan langsung di CC ke corporate communication dan divisi CSV.

Wait and Work

Naasnya karena itu adalah akhir tahun perusahaan melakukan berbagai pembukuan dan agenda tutup tahun. Okey, saya harus sabar karena ternyata Nestle tidak bisa menerima kedatangan saya dan dijanjikan untuk bulan Januari. Rasanya? Bahagia tapi cemas karena waktu saya tinggal 3 bulan untuk menyelesaikan skripsi. Beruntung sekali ada kenalan dengan salah satu buzzer untuk CSV itu menjadi modal kedua saya untuk mendapatkan data primer.
Januari awal akhirnya saya berangkat ke Jakarta berbekal restu orang tua. Isi saya di Jakarta jangan dikira langsung dapat data. Hari – hari awal saya lewati dengan pulang pergi ke Nestle untuk mengirimkan proposal dan surat penelitian. Salah satu yang saya selipkan dalam proposal adalah surat pribadi yang saya tulis tangan. Saya sangat yakin kedekatan individu adalah modal pertama komunikasi, membuat ini seindividu.

Tepat 19 Januari 2015 email dari corporate communication masuk dalam email saya. Dan, saya baru bisa interview akhir Januari tanggal 30. Saya sangat yakin doa ibu saya paling utama sehingga proses ini lancar.

Penyusunan Bab Bak Buku

Menyusun skripsi dengan hasil coding tidak sama seperti membuat template dalam skripsi kuantitatif. Skripsi kualitatif dengan grounded research memberi ruang penyusunan dari bab 2 adalah hasil. Yakinlah bahwa skripsi kualitatif sebetulnya lebih rumit karena kamu dipastikan membuat buku kamu sendiri yang lain daripada yang lain. Akhirnya minggu kedua februari setelah di tolak beberapa kali saya acc format bab.

Tiap Hari Konsul Tiap Hari Revisi

Akhir pendaftaran sidang adalah bulan Maret. Bayangkan skripsi saya pada akhirnya terdiri dari 6 Bab dan minggu kedua Februari saya baru acc format BAB. Dengan banyak doa dan memohon kemudahan tiap minggu alhamdulillah saya bisa ACC 1 bab.

Mengenal Menjalin Kasih dan Kemudahan Sayang

Dikenal oleh dosen adalah proses yang tidak dibangun hanya dalam waktu satu malam. Saya sangat bersyukur mengenal dosbing dengan baik sehingga tidak terlalu sulit dalam peng-ACC-an bab. Jadi, saya sangat menyarankan untuk mengenal dan dikenal dosen karena ini sangat memudahkan dalam hal apapun termasuk barangkali yang mau lanjut kuliah untuk mencari surat rekomendasi.

Magang di Nestle

Selain mencari data saya juga mendapatkan informasi jika Nestle membuka kesempatan magang di corporate communication. Caranya : kirim CV dan cover letter ke Nestle.indonesia@id.Nestle.com dengan subject Apply Intership corporate communication.

Magang di corporate dari cerita beberapa teman lebih banyak fee-nya dibanding di agency (yaiyalah). Yang jelas magang di corporate memberikan wacana lebih lanjut tentang tugas – tugas public relations dalam tatanan manajemen yang lebih tinggi (keren kan).

Skripsi Bagian Proses

Kalau yang ngeluh skripsi itu berat, keluar dari kampus itu lebih berat lagi. But, indeed saya sangat mensyukuri bisa skripsi materi ini. Bagi saya jika saya bisa berbeda kenapa saya harus sama?
Maret tanggal 25 akhirnya saya sidang dan dinyatakan lulus. Sebulan sesudahnya saya wisuda.
Tidak ada yang terlambat di dunia ini. Semua datang tepat waktunya, semua pergi pada saatnya. Nikmati setiap waktunya, karena takkan pernah kembali walau sedetik.

Jangan takut memilih sesuatu jika kamu yakin pada dirimu. Mampu karena dimampukan.
Selalu ada bantuan bagi setiap kebaikan.

Jakarta, 24 Januari 2016

About

View all posts by

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *