www.arfika.com

Sometimes you just have to change the angle

Klasik

Ada obrolan yang terjadi saat pengantin di pelaminan sana sedang sibuk mengabadikan riasan dan baju mereka dengan tamu yang datang. Cuaca begitu panas membuat semua yang berbau es menjadi primadona di tangan para tamu. Ini adalah kondangan untuk kesekian kalinya yang kini sudah tidak pernah ada lagi rasa ingin berlebihan apalagi baper pengen cepetan nikah.

Pernikahan atau kematian seringkali menjadi moment bertemunya orang-orang lama. Butuh suatu alasan untuk bertemu dan butuh sebuah waktu untuk sekedar berbincang. Ini merupakan sebuah obrolan dangkal disela-sela riuhnya denting suara sendok yang beradu dengan piring.

“Kirain sama pacar datengnya,” bukaku iseng sebagai bentuk sapaan pada perempuan di hadapanku.

Wajahnya yang selalu ceria masih sama seperti dulu menjawab ringan, “Aku kan single dan very happy.”
Aku kemudian bereaksi berlebihan pasalnya aku tak pernah tahu kapan gadis cantik idaman disampingku itu resmi sendiri. “Loh? Kenapa?” tanyaku kepo.

“Yah, sudah nggak klik lagi mungkin,” jawabnya.

“Ah… apakah karena terasa tidak serius?” aku masih penasaran.

“Ya,” sahutnya.

“Apakah tidak berniat segera menikahi?”

“Yep,”

“Apakah sudah lelah dan merasa wasting time, wasting energy?” aku masih membombardir dengan pertanyaan-pertanyaan.
Dia mengangguk dengan senyuman terkembang sempurna.

Klasik. Begitulah yang terjadi pada usia-usia ini ketika melihat seseorang yang berpacaran akhirnya putus, walaupun tak bisa dipungkiri ada juga banyak berita bahagia tentang hubungan yang dibangun dan akhirnya resmi dalam pernikahan.
Klasik. Nyatanya nyali seorang laki-laki memang diuji tentang pernikahan. Bukan, semua perempuan pasti tahu bahwa seringkali yang mereka inginkan hanya tanggung jawab walaupun belum memiliki segalanya saat itu juga. Sayangnya, tak bisa disalahkan pula bahwa tanggung jawab itu memang berat bagi seorang laki-laki. Atau, mungkin memang ada alasan-alasan yang sahih kenapa seorang laki-laki masih menunda niatnya untuk menikah.

Mungkin pada akhirnya lebih baik biarlah laki-laki itu yang meyakinkan dirinya sendiri. Lebih mudah begitu tampaknya.

Love always finds a way, katanya.

pic

Tags:

About

View all posts by