Uncategorized

LIFE CYCLE (buat yang sedang gak semangat)

Ini bukan teori, juga bukan untuk dipraktekan. Ini hanya sekedar ingin menuliskan.

Dalam manajemen ada yang namanya Product life cycle mulai dari grow sampai decline. Di komunikasi strategis, rumusan ini adalah premis pembantu untuk menentukan rujukan model strategi komunikasi yang tepat untuk tahapan suatu product. Tapi, saya tidak akan membahas soal teori apapun. Ya hanya sekedar untuk menulis.

Seperti hal-nya product, energi-semangat menurut saya juga memiliki life cycle. Energi adalah poros utama untuk mendapatkan mimpi – mimpi (bensin kalau dalam kedaraan). Energi sangat penting untuk melanjutkan perjalanan menggapai mimpi – mimpi, tanpa itu mimpi hanya seperti siluet, tidak pasti.Lalu bagaimana jika energi itu hilang tiba – tiba?

Seperti halnya product , energi juga memiliki siklus. -Karena manusia memang cuma manusia biasa yang pernah lelah, pernah kalah, pernah marah. Kalau kata Mulan Jamilah, bukan wonder woman.

Begitu pula dengan energi dalam diri, seperti kontemplasi pada diri saya sendiri bahwa saya baru saja menyelesaikan satu spirit life cycle dalam hidup saya. Bulan – bulan berat yang penuh emosi sejak akhir tahun 2012 sampai May 2013.

Energi yang meletup – lahir dari diri saya, energi yang tumbuh karena berbagai faktor yang memberikan afirmasi positif, hingga saat saya mendapatkan apa yang saya inginkan. Tapi sayang, kadang Alam tidak selamanya akan memberikan source yang dibutuhkan karena sejatinya kerandoman yang dimulai karena tanpa perencanaan – tidak berbuah maximal. Dan, akhirnya energi saya decline.

SPIRIT LIFE CYCLE

Masa – masa resesi

           Fredericsen Price dan Bouffard (1972) dalam buku Psikologi Komunikasi Jalaludin Rahmat mengatakan, kendala situasi dapat mempengaruhi kelayakan melakukan perlakuan tertentu.

Ketika grafik energi decline, jenuh. Kemudian masuk masa resesi,masa yang paling tidak menyenangkan. Masa ini bisa jadi sangat buruk  – terlalu buruk bagi yang tidak mampu mengontrolnya dengan baik. Tidak berselera melakukan apa – apa, lupa semua mimpi – mimpi, terlalu fokus pada hal – hal sepele. Masa resesi – masa yang tidak menyenangkan. Kondisi ini bisa semakin memburuk ketika lingkungan psikososial tidak mendukung.

Lalu?

SPC menurut saya pribadi adalah kebutuhan. Ada saat memang dimana manusia harus menumbuhkan semangat, ada saat ketika semangat itu tumbuh dan sampai pada tujuannya yakni beririsan dengan pencapaian. Tapi, tidak bisa memungkiri bahwa semangat itu akan decline karena keinginan manusia yang selalu lebih dan lebih sedangkan semua hal tidak bisa selalu didapatkan. Kalau sekarang tidak bersemangat, tumbuhkan lagi motivasi dengan segala macam yang menjadi mimpi ditahap berikutnya. Jangan berhenti disini 😀 ~ Semangat

Decline bukan berarti mati, decline adalah tumbuh kembali. Memperbaharui.

 

:) ini hadiah di umur 21 dari seorang teman,
🙂 ini hadiah di umur 21 dari seorang teman,

23.00

25 #june 2013

Arfika

 

One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *