Stories

Me & My Broken Heart

All I need is a little love in my life

Orang pada umumnya senang melepas segala hal sesuatu pada laut, tapi mereka berbeda. Katanya kasihan laut, terkadang ia yang tenang dan sering bergemuruh itu jadi luapan seperti tempat sampah. Mereka bilang sejujurnya laut terlalu indah untuk melepas duka, lebih baik ia jadi saksi bahagia begitu katanya bersamaan.

“Aku suka tempat ini,” kata salah satu dari mereka yang hari ini mengenakan setelan warna hijau tua dengan jepit rambut warna senada.

“Aku juga suka, terimakasih sudah membawaku kesini. Kau cantik memakai hijau, walau aku tahu pasti kau sedang ingin berkamuflase bukan?” timpal seorang lagi yang memakai warna setelan merah darah.

“Hahaha iya, berkamuflase dengan alam. Kapan kau akan mengganti setelanmu itu? Menakutkan selalu begitu,” ucap seorang bersetelan hijau tadi sembari tertawa dan nada keluhan di ujungnya.

Kemudian senyum simpul terlukis hangat, “entahlah, itu tergantung dirimu. Aku pun rindu dress warna merah muda dengan motif bunga – bunga di musim semi itu.”

All i need is a little love in the dark

  Bukit ini entah ada di berapa ketinggian atas laut, yang pasti disini ada serumpunan pohon pinus yang tumbuh sembarangan. Tanah basah tertutup lumut dan guguran daun pinus disepanjang jalan setapak, ada batu – batu sebagai tanda jalan yang tepat. Lantas ada sebuah bangku kayu warna coklat lapuk di bagian barat menghadap ke arah view terbaik bukit ini, ada sebuah kota di bawah sana, meliuk – liuk sungai yang bermuara pada sebuah rawa dan lebih jauh lagi ada laut yang tidak kentara namun ada. Dan, keduanya sedang duduk disana.

tumblr_n5wc9lY6ey1qkintzo1_1280.png

“Apa sakitmu masih?” tanya dia yang bersetelan merah darah.

“Entahlah, mungkin masih tapi hampir tidak terasa karena biasa.” Ada senyum asing disana, bolehkah aku menyebutnya senyum monalisa?

A little but I’m hoping it might kick start
I need a little loving tonight

  Seorang lagi bersetelan merah tersenyum kecut sambil membuang muka. “Sudah kuduga, dan aku tahu pasti itulah dirimu. Padahal kamu hanya perlu dia duduk disampingmu seperti aku sekarang bukan? Sayangnya dia keras kepala untuk tahu dan kamu keras kepala tidak memberi tahu, atau jangan – jangan dia tidak tahu seninya?”
  Si Setelan Hijau tertawa, “Hold me, so i’m not falling apart,” kata mereka hampir bersamaan.
  
Shotgun, aimed at my heart, you got one
Tear me apart in this song

  “Kita seperti sedang sibuk bermain aljabar, jika 2x + 10 = 34, berapakah x?” kini si Setelan Merah menatap ke salah satu titik temu sungai dengan rawa di bawah sana.
  “Dia yang punya x, atau kita yang memiliki x ? Bisakah kita menghitungnya bersama – sama? Aku terlalu lelah menghitungnya sendiri,” sambar setelan hijau menatap ke arah laut yang lebih jauh.
  
How do we call this love

  “Sebenarnya manusia hanya ditakdirkan untuk dua hal, mencintai atau belajar mencintai,” si Setelan Merah membenarkan letak duduknya.
  
I tried, to run away but your eyes
Tell me to stay a while
Why do we call this love

  “Manusia bisa sembarangan jatuh cinta, tapi untuk bertahan dia membutuhkan cinta yang lain,” dengan nada sindiran ia melontarkan itu pada lawan bicaranya. Angin kemarau berhembus pelan, tidak kering tapi juga tidak terlalu sejuk. Beberapa daun pinus yang berbekas dua dan berkas jarum bergoyang pelan, bunga dan bijinya saling serbuk.
  
It seems like we’ve been losing control
So bad it don’t meant i’m not alone
When i say

  “Kita seperti manusia tingkat tinggi saja, berani bicara tentang cinta,” si Setelan Merah kini tertawa.
“Ah, cinta tidak sesombong itu. Cinta itu dimiliki oleh mereka yang mau memiliki tidak pandang kasta, darah, atau kecerdasan,” sangkal dia yang bersetelan hijau.
  “Daun yang jatuh karena tertiup angin atau karena pohon tidak memintanya untuk tinggal?” tanya si Setelan hijau kemudian.
  “Banyak peluang disana, bahkan bukan cuma soal nol dan satu. Ilmu yang lebih pasti dan tidak mau tahu bisa bilang itu perkara gravitasi, tapi ada peluang 0,19 diantaranya karena angin bertiup, atau jangan – jangan 0,56 diantaranya karena pohon tidak jelas menyampaikan bahwa dia ingin daun tetap tinggal, atau bisa juga daun sendiri yang ingin lepas dari pohon bukan karena angin, gravitasi atau pohon,” jelas panjang lebaran si Setelan Merah yang asal – asalan memasangkan angka.
  “Ahahahah belajar darimana?” si Setelan Hijau tertawa terpingkal – pingkal hingga keluar air matanya.
  
Maybe some part of you just hates me
You pick me up and play me
How do we call this love

  “Aku belajar dari kamulah, darimana lagi? Kamu yang lebih keras melihat, mendengar dan menangis,” timpal setelan merah terdengar seperti bukan sanjungan sesungguhnya.
  “Apakah kamu membenciku? Apakah kamu membencinya?” Si Setelan Hijau kini menatap sebelahnya dengan saksama.
  “Tidak, aku cukup tahu kita menjalani ini bersama. Bagaimana aku bisa membencinya kalau kamu masih saja mencintainya?” dengus setelan merah bingung dengan lawan bicaranya.
  “Semua hal di dunia ini punya muara, air punya muara entah ke laut atau ke selokan sama saja. Bahkan air yang diam pun tetap mengalir, mereka saling bertemu di langit. Dan, semua grafik pun punya ujung jika ingin terbaca. So, kamu pasti bertemu dengan muara itu entah kapan,” tambah si Setelan Merah.
  
One time tell me you need me tonight
To make it easy, you lie
And say it’s all for love

  “Seharusnya tugas kita adalah mendifinisikan ini semua, tanpa ketakutan, keraguan, tanpa alasan apapun kecuali soal bahagia saja. Aku tahu kamu sudah terlalu lelah, dan kamu terus – terusan bilang ini ‘cinta’. Tapi kamu lupa bahwa ada bagian – bagian lain dari semua ini. Jangan terus – terusan membohongi diri sendiri dan Tuhan,” si Setelan Merah menepuk pelan punggung si Setelan Hijau yang kini tertegun menatap entah apa.
  
  Awan putih bergerak pelan saling berpisah dalam kawanan. Lautan di sebrang sana terlihat lebih jelas dari sebelumnya. Matahari barulah sepenggal naik dan suara burung – burung masih berirama mengalun. Ada biji pinus yang tiba – tiba jatuh di atas rok warna hijauku. Seketika aku sadar, hanya aku yang mendengar semua tadi.
  
It’s just me,
It’s just me,
It’s just me
Me and my broken heart

Paviliun,
141004 – 00 : 52

Masih terus bertanya : apa dan bagaimana
Terimakasih lirik Me And My Broken Heart – Rixton

gambar dipinjam disini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *