Penculikan

Mungkin telingamu kini tengah dipenuhi oleh dua suara, yakni suara deburan ombak dan serangkaian pembicaraan berbagai manusia. Aku mengira ini adalah hari rayamu, bertemu dengan banyak mata dari berbagai penjuru mata angin dan bertemu orang-orang yang sering kau elu-elukan tiap membaca karya mereka. Aku tidak bisa membayangkan bagaimana buncah bahagia meletup dalam dadamu, rasa puas atas kerja keras mungkin lebih besar lagi. Jika itu membuatmu bahagia, tentu saja aku ada disana bahagia atas segala yang kau suka.

Aku membaca beberapa potong perhelatan akbar itu. Kemudian potongan masa lalu mulai berdatangan menculik kesadaranku. Langit yang menang, bukan matamu apalagi tulisanku.

Jangan percaya pada kartu pos dan kamera seorang petualang. Menyelamlah ke ingatannya dan temukan senja selalu di sana. Kau hanya boleh jatuh cinta kepada ingatan yang menyerupai langit, rentan dan tidak mudah dikira.

About

View all posts by

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *