“Gimana Dili? Apakah seperti Jakarta?” tanyaku pada mereka sewaktu makan bersama. “Nggak seramai itu,” jawab salah satu diantara mereka yang mengenalkan diri dengan nama Abita. Dalam buku teks sekolah saya sewaktu SD masih sempat mendapati hafalan Timur Leste sebagai salah satu bagian republik ini. Kebetulan ada anak baru yang datang…
-
-
Grey Sky Collapse
08.00 a.m Sewajarnya aku sudah ikut berebut ruas aspal ibu kota yang dijejali berbagai kendaraan setiap harinya. Semestinya aku sudah memakai outfit kantor yang dipadu dengan jas dan diawali sarapan roti yang tak pernah kusantap di meja makan. Alasannya sederhana, supaya nggak kena macet. Tapi, semua itu tidak bisa aku…
-
Under Adelaide Sky #DiBalikSecangkirKopi
“Tidak ada yang lebih menghidupkan selain dua orang yang bertemu karena saling menemukan, sama – sama berhenti setelah selesai mencari. Tak akan ada yang akan pergi, sebab tahu bagaimana sulitnya mencari,” kataku padanya mengutip sebuah frasa di suatu malam dua bulan lalu di balkon apartement ini. Kilau lampu ibu kota…
-
Hujan Pertama January, -38 Celcius
Di meja itu ada dua orang duduk dengan jarak, seakan memberi spasi. Mungkin juga spasi pada hati masing – masing, juga spasi pada kenyataan, fantasi dan angan – angan. Satu diantaranya nampak salah memesan minuman dicuaca yang tiba – tiba hujan seperti sekarang coklat tiramisu dingin bukan pilihan yang tepat.…
-
Resolutely 2013
Bittersweet memories, every single hope, renewed dreams and everything else in between all entangled and intertwined in the span of 31 days. 2013 looks like revolution. Sepertinya tahun 2013 terasa bergitu panjang, entah apa saja yang sudah saya lakukan sepanjang Januari hingga Desember dan kembali ke Januari. Tahun ini menjadi…
-
Terima Kasih Tak Jadi Kasih
Desember selalu identik dengan hujan, seperti sekarang rintik – rintik gerimis mematuk permukaan payung yang sengaja aku bawa. Kereta yang membawamu terlihat sudah sampai lima belas menit lebih cepat daripada kedatanganku. Langkahku melambat untuk memastikan aku baik – baik saja. “Hey, maaf lama,” sapaku mengagetkanmu yang sedang menekuni buku. Seperti…
-
#10
Ini seperti menumpang pada kereta dan sampai pada stasiun berikutnya. Stasiun kesepuluh, orang – orang biasa memanggilnya Oktober. Aku dengar diakhir stasiun sebelumnya hujan datang mengguyur seperti mengucapkan selamat tinggal pada musim kemarau yang singgah sebentar tahun ini. Ah iya, entah mengapa kemarau singgah sebentar tahun ini, bukannya aku menyukai…
-
Autumn Once More
Buku bersampul merah dengan gambar love di berbagai cabang pohon sangat cocok dibaca saat tidak banyak waktu untuk menamatkan sebuah cerita panjang. Yup, karena buku setebal 229 halaman ini adalah kumpulan cerita pendek dari 13 pengarang kenamaan. Pengarang tersebut antara lain : Aliazalea, Anastasia Aemilia, Ilana Tan, Ika Natasa dkk.…
-
BUKAN HUBUNGAN INTERNATIONAL, MELAINKAN MENGHUBUNGKAN INTERNASIONAL #KEKEKALANMIMPI
Memiliki kemampuan berbahasa asing yang sangat baik, jiwa kepemimpinan yang tidak kalah tangguh, dan telah mengenyam pengalaman internasional bahkan sejak duduk di bangku SMA, banyak orang yang bisa saja menebak ia akan jadi seorang diplomat yang hebat atau duduk di bangku perguruan tinggi ternama menekuni jurusan Hubungan International. Di usianya…
-
KURSI (KITA)
Wangi roncean melati menyatu sepanjang altar. Semerbak mawar menyumbat penciuman terkungkung dalam pernafasan. Krisan mekar asri memenuhi sudut ruang. Kursi tak berjajar banyak hanya beberapa di tengah ruangan dengan label “family” dan selebihnya ada di pinggiran serupa pagar mengapit bilik – bilik makanan. Ini pesta pernikahan. Nuansa ungu mendominasi, kata…
-
Sepotong Hati Yang Baru
Hujan menetes dari sela – sela atap rumah, suaranya bergemuruh pelan. Daun – daun bergerak saling berbisik diterpa angin, atu dua dahannya patah karena angin terlalu kencang berhembus. Patahan dan guguran daun saling jatuh bersamaan diatas remah – remah. “Tiga tahun dan akhirnya?” ujarmu mematuk – matuk diri terkurung dalam…