• cup of mine

    #JUNE Mendengar Kabar Saudara Tua

    “Gimana Dili? Apakah seperti Jakarta?” tanyaku pada mereka sewaktu makan bersama. “Nggak seramai itu,” jawab salah satu diantara mereka yang mengenalkan diri dengan nama Abita. Dalam buku teks sekolah saya sewaktu SD masih sempat mendapati hafalan Timur Leste sebagai salah satu bagian republik ini. Kebetulan ada anak baru yang datang ke camp dan mereka dari Timur Leste. Saya jadi baru ngeh, saking media Indonesia yang terlalu Jakarta centris, Jawa Centris jadi melupakan bagian – bagian dunia lain. Perbincangan surface saya paling seputar hal – hal keseharian disana. Bahwa Timur Leste memakai dolar dalam kesehariannya. Saya jadi berbincang, “Kalian merasa harga disini murah dong ya?”. “Iya, jadi mau beli apa –…

  • Stories

    Grey Sky Collapse

    08.00 a.m Sewajarnya aku sudah ikut berebut ruas aspal ibu kota yang dijejali berbagai kendaraan setiap harinya. Semestinya aku sudah memakai outfit kantor yang dipadu dengan jas dan diawali sarapan roti yang tak pernah kusantap di meja makan. Alasannya sederhana, supaya nggak kena macet. Tapi, semua itu tidak bisa aku lakukan sejak berita itu memenuhi berbagai saluran. Naasnya aku tidak bisa melakukan apa – apa, kecuali seperti sekarang mematung di hadapan layar televisi. Kamu masih belum ditemukan. 11.00 a.m “Tidur Za,” pinta Mama dengan nada khawatir. Sudah hampir empat hari memang aku tidak bisa memejamkan mata. Setiap kali aku memejamkan mata yang ada di dalam benakku adalah kamu sedang di…

  • cup of mine

    Under Adelaide Sky #DiBalikSecangkirKopi

    “Tidak ada yang lebih menghidupkan selain dua orang yang bertemu karena saling menemukan, sama – sama berhenti setelah selesai mencari. Tak akan ada yang akan pergi, sebab tahu bagaimana sulitnya mencari,” kataku padanya mengutip sebuah frasa di suatu malam dua bulan lalu di balkon apartement ini. Kilau lampu ibu kota menghias di bawah sana terbias dari bola mata hitamnya yang seketika membulat penuh. Dan, tepat malam itu dia mengangguk setuju sambil mengaduk Latte Macchiato favorit kami. Harusnya malam ini sama dengan malam – malam yang sudah kami lewati dengan beberapa tumpuk buku, saling bercerita kadang hingga berdebat. Dan, ada dua mug Latte Macchiato yang terduduk di atas meja. Hawa dingin…

  • Stories

    Hujan Pertama January, -38 Celcius

    Di meja itu ada dua orang duduk dengan jarak, seakan memberi spasi. Mungkin juga spasi pada hati masing – masing, juga spasi pada kenyataan, fantasi dan angan – angan. Satu diantaranya nampak salah memesan minuman dicuaca yang tiba – tiba hujan seperti sekarang coklat tiramisu dingin bukan pilihan yang tepat. Lima menit janggal tanpa perkataan, padahal sebelumnya semua masih renyah dan manis seperti churros Spanish yang tinggal menyisakan remah diatas piring saji. “Aku tidak akan menikah sebelum lulus doktor,” kata laki – laki itu tegas. “Aku tidak pernah meminta kamu menikahiku,” sela wanita di hadapannya yang enggan menyentuh lagi gelas dihadapannya. Ada jeda tiga menit sampai akhirnya wanita itu tersenyum.…

  • cup of mine

    Resolutely 2013

    Bittersweet memories, every single hope, renewed dreams and everything else in between all entangled and intertwined in the span of 31 days. 2013 looks like revolution. Sepertinya tahun 2013 terasa bergitu panjang, entah apa saja yang sudah saya lakukan sepanjang Januari hingga Desember dan kembali ke Januari. Tahun ini menjadi salah satu tahun produktif selama 21 tahun hidup. Padat semua ada dimana – mana berserakan. Bahkan saya merasa 2013 masih belum selesai saya tata di rak yang harusnya saya bereskan. Masih banyak pekerjaan rumah.

  • Stories

    Terima Kasih Tak Jadi Kasih

    Desember selalu identik dengan hujan, seperti sekarang rintik – rintik gerimis mematuk permukaan payung yang sengaja aku bawa. Kereta yang membawamu terlihat sudah sampai lima belas menit lebih cepat daripada kedatanganku. Langkahku melambat untuk memastikan aku baik – baik saja. “Hey, maaf lama,” sapaku mengagetkanmu yang sedang menekuni buku. Seperti biasa kamu selalu mencintai buku – buku itu dan membawanya kemanapun kamu pergi. “Lama,” ujarmu mendongak ke arahku dan membenarkan letak kacamata dengan air muka ketus. Aku tersenyum menggoda. “Ya maaf, jam pulang kantor macet,” kilahku padahal aku memang sengaja terlambat agar ia yang menunggu atau mungkin ada sedikit cara mengulur waktu. Ia menarik kopernya dan kami berjalan meninggalkan stasiun.

  • Stories

    #10

    Ini seperti menumpang pada kereta dan sampai pada stasiun berikutnya. Stasiun kesepuluh, orang – orang biasa memanggilnya Oktober. Aku dengar diakhir stasiun sebelumnya hujan datang mengguyur seperti mengucapkan selamat tinggal pada musim kemarau yang singgah sebentar tahun ini. Ah iya, entah mengapa kemarau singgah sebentar tahun ini, bukannya aku menyukai kemarau tapi kadang hujan terlalu banyak meneteskan kenangan dan mengembunkan sepi.

  • Library

    Autumn Once More

    Buku bersampul merah dengan gambar love di berbagai cabang pohon sangat cocok dibaca saat tidak banyak waktu untuk menamatkan sebuah cerita panjang. Yup, karena buku setebal 229 halaman ini adalah kumpulan cerita pendek dari 13 pengarang kenamaan. Pengarang tersebut antara lain : Aliazalea, Anastasia Aemilia, Ilana Tan, Ika Natasa dkk. 13 cerita cinta yang tersaji apik dengan beberapa varian musim cerita.

  • Stories

    True Fireworks

    Senja sudah berlalu lama beberapa jam, gerimis berjingkat – jingkat sejak isya. Anggrek bulan berayun – ayun oleh mesin pendingin ruangan. Warnanya putih dan ungu semburat diantara ratusan manusia yang hilir mudik hendak berpindah. Jauh untuk kembali pulang atau jauh untuk pergi. Akhirnya pesawat bermuatan puluhan orang dari negara empat musim itu sampai juga tepat sebelum pukul 10 malam. Orang – orang berwajah tirus dan berhidung mancung dengan kulit pucat mulai menapaki lantai bandara sembari berbincang dengan bahasa yang berbeda dengan bahasa negara yang mereka datangi. Diantara sela – sela gadis bermata coklat berwajah bulat berjalan lebih cepat untuk mengejar pesawat transit berikutnya. “Maaf, pesawat anda ditunda sampai besok,” ujar…

  • Uncategorized

    BUKAN HUBUNGAN INTERNATIONAL, MELAINKAN MENGHUBUNGKAN INTERNASIONAL #KEKEKALANMIMPI

    Memiliki kemampuan berbahasa asing yang sangat baik, jiwa kepemimpinan yang tidak kalah tangguh, dan telah mengenyam pengalaman internasional bahkan sejak duduk di bangku SMA, banyak orang yang bisa saja menebak ia akan jadi seorang diplomat yang hebat atau duduk di bangku perguruan tinggi ternama menekuni jurusan Hubungan International. Di usianya yang masih belia, ia jejakkan kaki di Negeri Paman Sam Amerika Serikat melalui program AFS-YES Youth Exchange Program setahun lamanya. Selanjutnya, ia taburi perjalanan hidupnya dengan berbagai pengalaman internasional yang penuh warna. Sosok tersebut biasa dipanggil Yoga, dari nama lengkapnya Pratama Yoga Nugroho.   Keinginannya untuk menjadi mahasiswa jurusan Hubungan International membulat di tahun terakhir SMAnya. Ia mantapkan pilihannya pada…

  • Stories

    KURSI (KITA)

    Wangi roncean melati menyatu sepanjang altar. Semerbak mawar menyumbat penciuman terkungkung dalam pernafasan. Krisan mekar asri memenuhi sudut ruang. Kursi tak berjajar banyak hanya beberapa di tengah ruangan dengan label “family” dan selebihnya ada di pinggiran serupa pagar mengapit bilik – bilik makanan. Ini pesta pernikahan. Nuansa ungu mendominasi, kata orang ini pasti warna kesukaan mempelai. Gelas – gelas berderai saat disatukan, orang bilang itu bersulang. “Ini pacar saya Mbak,”  ujarmu saat itu kepada salah seorang teman yang kita temui di koridor kampus. “Oh ya, wah semoga langgeng ya,” doanya kemudian sembari menepuk bahuku. Aku hanya mampu tersenyum dan bernafas lega karena akhirnya kau mengatakan semua itu. Semburat orange bunga…