KEMBALI

Pagi memberikan sentuhan lebih dingin bulan ini. Kemarau datang meranggasi pohon jati, memberi warna pada bunga flamboyant. Semburat orangenya menyala – nyala serasi. Burung pelatuk mematuk pelan di pohon – pohon yang mulai meninggi, satu dua burung pipit turun mengambil jerami. Aku pulang. Kebisingan kota kadang membuat carut marut tanpa koreksi, terlalu banyak suara disana.Read More

MENCARI RUANG

Di ruang tak bersekat ini aku menjamumu. Di ruang dimana kesibukan masing – masing saling terlihat, meskipun aku tau kamu tidaklah hadir dalam ruangku. Aku tidak pernah berani untuk sekedar mengetuk ruanganmu. Bukan! bukannya tak berani mengetuk! Melainkan ruang itu memang tidak pernah kau sambangi. Kau terlalu sibuk. Sejak pertama aku bertemu denganmu, aku tauRead More

(Bukan) Alasan

Setiap hari aku berjumpa dengan dia di halaman rumah. Aktivitasnya hanyalah menyapa beberapa tetangga kadang – kadang bercakap walaupun hanya sebentar. Biasanya dia juga sering berbicara tanpa lawan bicara, dia bicara sembari mematuk – matukan jarinya. Tapi, sebetulnya aku sering mendengarkan tanpa sengaja.

Surat Untuk Pulang

Hay pulang, Selalu ada perenungan panjang untuk mengenal kata pulang. Begitupun aku mungkin juga dirimu, bisa jadi dia dan mereka. Kamu pulang ke kotamu, dan aku pula. Aku dan kamu dalam ruang – ruang ini, yang sama sekali tidak pernah ingin kita kembali pulang. Dulu sekali aku dan kamu tidak pernah berbicara soal kepulangan, akuRead More