Stories

  • Stories

    Terima Kasih Tak Jadi Kasih

    Desember selalu identik dengan hujan, seperti sekarang rintik – rintik gerimis mematuk permukaan payung yang sengaja aku bawa. Kereta yang membawamu terlihat sudah sampai lima belas menit lebih cepat daripada kedatanganku. Langkahku melambat untuk memastikan aku baik – baik saja. “Hey, maaf lama,” sapaku mengagetkanmu yang sedang menekuni buku. Seperti…

  • Stories

    Someone Who In Love

    The worst feeling that you could ever possess to someone is the feeling of possessing him/her, as if that person is completely yours. Because you could never, ever “own” a person. You could only be happy when the person you choose to be with also chooses to be with you.

  • Stories

    #10

    Ini seperti menumpang pada kereta dan sampai pada stasiun berikutnya. Stasiun kesepuluh, orang – orang biasa memanggilnya Oktober. Aku dengar diakhir stasiun sebelumnya hujan datang mengguyur seperti mengucapkan selamat tinggal pada musim kemarau yang singgah sebentar tahun ini. Ah iya, entah mengapa kemarau singgah sebentar tahun ini, bukannya aku menyukai…

  • Stories

    (tak) Ingin Menulis dan Menyimpan Hati

    “Hai Fatis, gimana persiapan percobaan pertama menjadi manusia hutan? ” sapannya kikuk kala kami berpapasan di camp. Aku hanya membalas dengan senyuman. Segera aku beranjak dari kadang Momo. Aku tak tahan bertemu lebih lama dengannya. Dia, namanya Gugum Gumilar. Kami sebaya, kami satu profesi, kami satu tempat kerja dan dulu…

  • Stories

    KEMBALI

    Pagi memberikan sentuhan lebih dingin bulan ini. Kemarau datang meranggasi pohon jati, memberi warna pada bunga flamboyant. Semburat orangenya menyala – nyala serasi. Burung pelatuk mematuk pelan di pohon – pohon yang mulai meninggi, satu dua burung pipit turun mengambil jerami. Aku pulang. Kebisingan kota kadang membuat carut marut tanpa…

  • Stories

    MENCARI RUANG

    Di ruang tak bersekat ini aku menjamumu. Di ruang dimana kesibukan masing – masing saling terlihat, meskipun aku tau kamu tidaklah hadir dalam ruangku. Aku tidak pernah berani untuk sekedar mengetuk ruanganmu. Bukan! bukannya tak berani mengetuk! Melainkan ruang itu memang tidak pernah kau sambangi. Kau terlalu sibuk. Sejak pertama…

  • Stories

    (Bukan) Alasan

    Setiap hari aku berjumpa dengan dia di halaman rumah. Aktivitasnya hanyalah menyapa beberapa tetangga kadang – kadang bercakap walaupun hanya sebentar. Biasanya dia juga sering berbicara tanpa lawan bicara, dia bicara sembari mematuk – matukan jarinya. Tapi, sebetulnya aku sering mendengarkan tanpa sengaja.

  • Stories

    Surat Untuk Pulang

    Hay pulang, Selalu ada perenungan panjang untuk mengenal kata pulang. Begitupun aku mungkin juga dirimu, bisa jadi dia dan mereka. Kamu pulang ke kotamu, dan aku pula. Aku dan kamu dalam ruang – ruang ini, yang sama sekali tidak pernah ingin kita kembali pulang. Dulu sekali aku dan kamu tidak…

  • Stories

    KURSI (KITA)

    Wangi roncean melati menyatu sepanjang altar. Semerbak mawar menyumbat penciuman terkungkung dalam pernafasan. Krisan mekar asri memenuhi sudut ruang. Kursi tak berjajar banyak hanya beberapa di tengah ruangan dengan label “family” dan selebihnya ada di pinggiran serupa pagar mengapit bilik – bilik makanan. Ini pesta pernikahan. Nuansa ungu mendominasi, kata…

  • Stories

    Sepotong Hati Yang Baru

    Hujan menetes dari sela – sela atap rumah, suaranya bergemuruh pelan. Daun – daun bergerak saling berbisik diterpa angin, atu dua dahannya patah karena angin terlalu kencang berhembus. Patahan dan guguran daun saling jatuh bersamaan diatas remah – remah. “Tiga tahun dan akhirnya?” ujarmu mematuk – matuk diri terkurung dalam…